Sering Nyolong di Masjid, 3 Orang Dibekuk Polisi Wonogiri

Ilustrasi pencurian. (Solopos/Whisnu Paksa)
05 Juli 2018 19:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Aparat Polres Wonogiri menangkap tiga orang komplotan pencuri yang hobi menyasar masjid dan rumah tak berpenghuni belum lama ini. Dua di antara pencuri itu adalah residivis kasus yang sama.

Mereka yakni Junoedi alias Badrun, 30, Ngambar Kulon, Ngambarsari, Karangtengah, Wonogiri; Katminanto alias Katmino, 44, warga Ngambar Wetan, Ngambarsari; dan Karino alias Bangking, 41, yang merupakan tetangga Katminanto.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (5/7/2018), menyampaikan Junoedi dan Karino merupakan residivis kasus pencurian rumah tak berpenghuni. Sementara Katminanto pemain baru.

Ketiganya anggota komplotan pencuri yang kerap menyasar masjid dan rumah tak berpenghuni di sejumlah kecamatan di Wonogiri. Mereka mengaku pernah beraksi lebih dari 10 kali.

Tidak menutup kemungkinan mereka juga beraksi di daerah lain. Saat ini polisi masih mengembangkan penyidikan. Kadang mereka menjalankan aksi bertiga, tetapi kadang hanya berdua atau sendirian.

“Biasanya mereka hanya mengambil barang-barang kecil. Walau begitu aksi mereka sangat meresahkan warga karena yang dicuri fasilitas penting, seperti alat pemutar DVD dan perangkat sound system di masjid,” kata mantan Kasatreskrim Polres Boyolali itu mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Kariri melanjutkan kali terakhir para tersangka beraksi di tiga masjid di Karangtengah. Junoedi dan Katminanto menyatroni dua masjid di Tenggar, Jeblogan, dan Sempu, Ngambarsari, dalam satu hari, yakni 19 November 2017.

Karino beraksi di masjid Sawit, Temboro, 15 April 2018. Mereka beraksi saat masjid tak digunakan untuk beribadah. Awalnya warga mengira perangkat sound system itu tak berada di tempatnya karena dipinjam seseorang sehingga tak dilaporkan ke polisi.

Warga berpikir barang tersebut akan dikembalikan. Namun, setelah ditunggu berbulan-bulan alat elektronik itu tak kunjung dikembalikan. Kemudian warga baru melapor ke polisi yakni alat elektronik di masjid telah dicuri.

“Warga baru lapor Mei lalu. Setelah itu kami menyelidiki dengan menggunakan berbagai sumber daya. Hingga akhirnya penyelidikan mengarah kepada Junoedi dan Karino yang merupakan residivis pencurian dengan pemberatan. Setelah memiliki alat bukti cukup, kami menangkap keduanya di rumah masing-masing. Lalu satu tersangka lainnya juga bisa ditangkap,” imbuh Kariri.

Junoedi dan Katminanto mengaku sudah menjual hasil kejahatan berupa pemutar DVD kepada seseorang di Karangtengah. Sementara hasil curian Karino, yakni satu unit amplifier, belum laku terjual. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.