Bau Peternakan Babi Bikin Warga Jatisrono Tak Betah

Kondisi peternakan babi di Dusun Watugede, Desa/Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, yang berjarak hanya beberapa meter dari rumah penduduk, Kamis (5/7 - 2018). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
05 Juli 2018 21:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Warga Dusun Watugede, Desa/Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, mengeluhkan bau yang tidak sedap dari peternakan babi yang berjarak hanya beberapa meter dari rumah warga.

Peternakan babi itu selain berada di perbatasan antara Dusun Watugede dan Dusun Joho dengan jumlah mencapai ratusan ekor babi yang dipelihara. Salah satu warga Dusun Watugede, Pariyem, saat ditemui Solopos.com di kediamannya yang berjarak hanya beberapa meter dari kandang babi mengatakan sangat terganggu dengan aroma kandang dan kotoran babi.

“Terkadang saya sampai mual dan pusing karena aroma kandang dan kotoran babi. Rumah saya tidak pernah saya buka pintunya karena aroma yang sangat menyengat. Ada tamu yang sampai tidak mau makan karena sangat bau,” ujar Pariyem.

Tetangga Pariyem, Eko, mengaku hampir 24 jam ia mencium bau tidak sedap dari kandang babi. Ia mengatasinya dengan menutup pintu seluruh rumah. Menurutnya, bau tak sedap akan sangat menyengat ketika kotoran babi dibersihkan dengan cara disemprot. 

Jarak kandang babi terdekat dengan rumah Eko berkisar 10 meter. Kandang ini berisi 20-an babi dengan pembuangan kotoran berada tepat di belakang kandang. Bau tidak sedap sering terbawa angin.

Sekitar 10 meter dari kandang tersebut terdapat pembuangan  kotoran babi dari kandang di Dusun Joho. Kotoran ini dialirkan menggunakan pipa.

Warga Dusun Watugede, Sugito, yang rumahnya berjarak sekitar 300 meter mengaku tidak begitu merasakan dampak bau busuk karena lokasinya cukup jauh namun ia masih dapat mencium aroma tidak sedap terlebih ketika angin berembus kencang.

Ia mengatakan warga tidak dilibatkan dalam pengurusan izin oleh pemilik kandang babi. Sementara itu, pemilik peternakan babi di Dusun Watugede yang juga Kepala Dusun setempat, Warijo, belum dapat dimintai konfirmasi karena sedang sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Adhi Dharma, mengatakan jika warga terpapar bau limbah kotoran babi dalam jangka waktu lama tentu akan berpengaruh pada sistem syaraf pembauan atau penciuman. Ada orang yang bisa beradaptasi namun ada juga yang tidak bisa.

“Bagi yang tidak bisa beradaptasi akan berpengaruh pada kesehatan seperti mual hingga muntah disertai pusing. Namun bagi yang sudah terbiasa tentunya kemungkinan kecil ada keluhan,” jelas dia.

Plt. Kepala Dinas Peternakan  Perikanan dan Kelautan Wonogiri, Heru Sutopo, mengatakan belum menerima laporan dari warga yang terdampak bau tak sedap dari kandang babi di Jatisrono. “Ternak babi tidak dilarang namun harus ada izin khusunya izin lingkungan.Apabila lingkungan kanan dan kirinya memperbolehkan dan mau menandatangani persetujuan berarti tidak masalah. Namun apabila ada yang komplain akan ditindaklanjuti, harus ada persetujuan lingkungan,” ujarnya.

Ia memastikan segera berkoordinasi dengan tim teknis dan jajaran terkait untuk mengecek izin peternakan babi di Jatisrono itu dan akan menyurvei lokasi.



Tokopedia