Sistem Zonasi, SD Pinggiran & SMP Nonunggulan di Solo Sepi Peminat

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
06 Juli 2018 06:00 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pendidikan (Disdik) Solo resmi menutup pelaksanaan Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, Kamis (5/7/2018) siang. Meski sudah menggunakan sistem zonasi yang bertujuan membuat pemerataan sekolah, tetap saja masih ada sekolah-sekolah yang kekurangan siswa.

Hasil PPDB online SDN Sayangan, Laweyan, yang berada di daerah pinggiran Solo, kekurangan siswa. Demikian pula SMPN 26 Solo yang berstatus nonunggulan juga kekurangan siswa.

“Kami menyediakan kuota sebanyak 168 siswa. Namun, sampai batas terakhir pendaftaran PPDB online hanya 24 siswa yang mendaftar,” ujar Humas SMPN 26 Solo, Sutopo saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (5/7/2018).

Sutopo mengungkapkan hari pertama pendaftaran PPDB online yang mendaftar 21 siswa, hari kedua hanya dua siswa, dan hari terakhir hanya satu siswa. Ia membandingkan saat pelaksanaan PPDB online tahun lalu atau sebelum zonasi, jumlah pendaftar di SMPN 26 Solo mencapai 250 siswa. “Kami akan melakukan evaluasi setelah pelaksanaan PPDB online ini. Hasil pendaftaran ini akan disampaikan langsung ke Disdik,” kata dia.

Disdik, lanjut dia, akan memberikan solusi bagi sekolah yang masih kekurangan siswa tanpa harus melanggar zonasi. Ia berharap kuota SMPN 26 Solo terpenuhi sehingga tidak ada bangku kelas kosong.

Operator komputer PPDB online SDN Sayangan, Giyanto, mengungkapkan hasil rekap PPDB online jumlah siswa mendaftar di SDN Sayangan Laweyan sebanyak 46 siswa. Dari jumlah tersebut, yang sesuai zonasi hanya empat siswa. Sementara sisanya sebanyak 31 siswa dari warga Desa Cemani dan sembilan siswa tercatat sebagai warga Pajang.

“Kami menyediakan sebanyak 28 kuota siswa. Sampai penutupan PPDB online hanya empat siswa yang mendaftar sesuai zonasi,” kata dia.

Ia mengaku tidak bisa bermuat banyak dalam memberikan solusi kekurangan jumlah siswa setelah Pemkot Solo menerapkan zonasi sekolah. SDN Sayangan yang merupakan sekolah perbatasan dengan Sukoharjo siswanya saat ini didominasi siswa luar Kota Solo.

“Kami akan menunggu hasil pengumunan hasil PPDB online terlebih dulu. Setelah ini melakukan evaluasi menyeluruh untuk dilaporkan ke Disdik supaya ada sulusi terkait kekurangan siswa ini,” kata Giyanto.

Tokopedia