560 Lowongan Perdes di 192 Desa Sragen Diperebutkan 3.479 Orang

Ujian kompetensi perangkat desa di Gedung SMS Sragen, Selasa (10/4 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
06 Juli 2018 11:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 560 lowongan perangkat desa  (perdes) yang terbagi atas delapan posisi/jabatan di 192 desa Bumi Sukowati diperebutkan 3.479 pelamar. Ribuan orang pelamar tersebut akan berkompetisi mengisi lowongan perdes lewat dua jalur, yakni mutasi dengan 50 pendaftar serta jalur penyaringan dan penjaringan dengan 3.429 pendaftar.

Data tersebut disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Suhariyanto, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (5/7/2018) siang. Suhariyanto menjelaskan ribuan pelamar tersebut mendaftar sebagai peserta seleksi perdes pada 23 Juni-3 Juli 2018 lalu.

Berdasarkan regulasi, kata dia, jumlah pendaftar di jalur penyaringan dan penjaringan minimal dua orang per lowongan. Dia mencatat masih ada tiga desa yang harus memperpanjang masa pendaftaran selama tujuh hari yakni Rabu-Kamis (4-12/72018) karena ada lowongan yang jumlah pendaftarnya belum memenuhi syarat yakni baru satu orang pendaftar.

“Perpanjangan pendaftaran itu yakni di Desa Bagor, Kecamatan Miri, karena pendaftar lowongan kepala urusan [kaur] keuangan baru ada satu orang. Lowongan kepala seksi ]kasi) kesejahteraan di Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, juga baru ada satu pendaftar sehingga harus diperpanjang pendaftarannya. Demikian pula lowongan kasi tata usaha dan umum di Desa Kalangan, Kecamatan Gemolong, juga baru satu pendaftar dan harus ada perpanjangan,” ujarnya.

Suhariyanto menjelaskan bila selama masa perpanjangan pendaftaran di tiga desa tersebut tetap hanya ada satu pendaftar, hal itu harus dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan kepada kepala desa. Laporan itu menerangkan bahwa proses penyaringan dan penjaringan di tiga desa gagal dan tidak bisa dilanjutkan karena jumlah pendafar tidak memenuhi syarat.

Tahapan seleksi selanjutnya baik pengisian dari jalur mutasi maupun penyaringan dan penjaringan sudah ada jadwal yang dibuat masing-masing desa. Tahapannya masih panjang. Setelah pendafataran ditutup, kata dia, masih ada tahapan penelitian administrasi, kemudian pemberitahuan hasil penelitian administrasi, penerimaan perbaikan administrasi dari bakal calon peserta seleksi, penelitian administrasi hasil perbaikan, hingga bakal calon perdes itu ditetap sebagai calon perdes.

“Setelah itu baru ada uji kompetensi oleh pihak ketiga. Pemilihan pihak ketiga itu menjadi wewenang kepala desa. Pemkab Sragen hanya memfasilitasi pemberitahuan kepada sejumlah perguruan tinggi [PT] yang sudah atau pernah bekerja sama dengan Pemkab Sragen terkait adanya kegiatan pengisian perdes. Kalau ada PT yang menawarkan proposal maka kami langsung menyampaikan ke para kepala desa lewat camat. Mestinya tawaran yang terendah yang dipilih karena uang yang dipakai untuk membayar bukan dari uang pribadi tetapi dari APB Desa yang harus dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Dia menjelaskan ada 10 PT yang bekerja sama atau pernah bekerja sama dengan Pemkab Sragen. Tiga PT di antaraya baru mengajukan proses perpanjangan kerja sama atau pengajuan kerja sama baru, yakni Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, dan Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo.

Suhariyanto menyebut ada tujuh PT yang saat ini menjalin kerja sama dengan Pemkab Sragen, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, STIE AUB Solo, Universitas Sahid Surakarta, Universitas Batik Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

 

Tokopedia