9 PKL Terdampak Masjid Sriwedari Solo Harus Pindah Pekan Depan

Taman Sriwedari Solo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
07 Juli 2018 06:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meminta pedagang kaki lima (PKL) terdampak pembangunan Masjid Taman Sriwedari  segera meninggalkan lokasi paling lambat pekan depan.

Merujuk data, terdapat 31 PKL yang mengantongi surat izin penempatan (SIP) berada di kawasan Sriwedari. Dari jumlah tersebut, sembilan PKL yang harus segera pindah seiring dimulainya pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Lokasi sembilan PKL tersebut berada di dalam pagar proyek masjid.

“Kami sudah sampaikan kepada sembilan PKL ini untuk segera meninggalkan lokasi, sedangkan PKL lainnya masih aman,” kata Kepala Bidang (Kabid) PKL Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Didik Anggono ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Jumat (6/7/2018).

Para PKL tersebut akan menempati lahan parkir sepeda di timur Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari. Lahan tersebut menjadi lokasi jualan sementara sesuai dengan keinginan pedagang.

Sebelumnya Pemkot Solo menyiapkan lahan relokasi bagi pedagang di selter Sriwedari. Namun mereka menolak dengan alasan lokasi selter terlalu kecil.

Mereka selama ini menempati lahan yang rata-rata berukuran 4 meter x 6 meter. Bangunan tersebut bahkan tak hanya digunakan sebagai lapak jualan, melainkan juga hunian.

“Nah nanti di lokasi baru murni hanya untuk jualan tidak boleh untuk hunian,” katanya.

Didik mengatakan rencana pemindahan pedagang di area parkir timur Gedung Wayang Orang hanya sementara. Nantinya Pemkot akan membangunkan selter semi permanen untuk menampung para PKL tersebut.

Anggaran pembangunan selter semi permanen diajukan dalam APBD Perubahan (APBD-P)  tahun ini senilai Rp100 juta. “Mereka juga mendapatkan ongkos bongkar Rp65.000 per meter persegi,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Solo Hasta Gunawan mengatakan pembongkaran sembilan kios PKL menjadi skala prioritas seiring dimulainya pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Selain ongkos bongkar, Pemkot menyiapkan solusi penempatan sementara sampai Pemkot membangunkan kembali kios permanen untuk mereka.

“Material pembangunan sudah tiba di lokasi. Otomatis juga akan dilakukan pemagaran di lokasi pembangunan masjid,” kata Hasta.

Hasta menambahkan bangunan Joglo Sriwedari masih bisa digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas. Bangunan Joglo belum akan dibongkar Pemkot, meski pembangunan masjid mulai berlangsung.

“Joglo masih kita pertahankan dulu, tidak tahu sampai kapan. Jadi masih bisa digunakan untuk aktivitas warga,” katanya.

Dipertahankannya Joglo Sriwedari lantaran wilayah itu memang belum terdampak pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Joglo baru terdampak saat pembangunan menara besar dimulai.

Namun demikian, Hasta belum bisa memastikan kapan pembangunan menara tersebut dikerjakan. Hasta meminta seniman yang menggunakan Joglo Sriwedari tidak khawatir dengan rencana perobohan bangunan tersebut. Joglo akan dipindah ke Segaran. 

 

Tokopedia