Pasca-Bom Pasuruan, Polres Sragen Razia Mobil di Perbatasan Jateng-Jatim

Kasat Intelkam Polres Sragen AKP Yun Iswadi (kanan) menanyai penumpang dalam mobil saat razia di perbatasan Jateng-Jatim, depan Mapolsek Sambungmacan, Sragen, Jumat (6/7 - 2018). (Solopos / Tri Rahayu)
07 Juli 2018 16:13 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Tim gabungan lintas satuan di lingkungan Polres Sragen menggelar razia kendaraan pengangkut penumpang untuk menyisir pergerakan pelaku kejahatan terorisme di wilayah perbatasan Jawa Tengah (Jateng)-Jawa Timur (Jatim), Jumat (6/7/2018) malam.

Razia tersebut sebagai upaya antisipasi gerakan terorisme yang masuk wilayah Sragen dan Jateng. Razia itu juga sebagai upaya untuk mempersempit ruang gerak pelaku terorisme yang sempat meledakkan bom di Pasuruan, Jatim. Razia tersebut menjadi bentuk penjagaan ketat dan kesiapsiagaan jajaran Polda Jateng, khususnya di Polres Sragen.

Razia melibatkan 55 personel dari unsur Satuan Reserse Kriminal, Satuan Reserse Narkoba, Satuan Intelijen dan Keamanan, Satuan Sabhara, dan Satuan Lalu Lintas. Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman memimpin langsung razia tersebut. Razia menerjunkan Satuan Sabhara yang lengkap membawa senjata api dan rompi antipeluru.

Hampir semua personel menggunakan rompi antipeluru dalam razia dimulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Puluhan mobil pribadi dan angkutan umum yang diperiksa dalam Operasi Cipta Kondisi tersebut. Dari hasil operasi tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan, seperti senjata api, senjata tajam, dan bahan peledak. Polisi hanya menemukan beberapa pengemudi yang tidak lengkap membawa surat-surat kelengkapan berkendaraan.

“Polres Sragen melakukan razia selektif dengan melibatkan seluruh fungsi gabungan. Razia ini dilakukan untuk antisipasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dari segala potensi gangguan dan ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat serta segala bentuk kejahatan terorisme. Kami sengaja menggelar razia di perbatasan Jateng-Jatim, yakni di wilayah perbatasan Sragen-Ngawi,” ujar Kapolres saat ditemui wartawan di sela-sela pelaksanaan razia, Jumat malam.

Kapolres mengakui bila razia tersebut sebagai tindak lanjut adanya kasus bom di Pasuruan. Kapolres ingin menjamin wilayah Sragen khususnya dan Jateng umumnya agar terhindar dari segala ancaman terorisme.

Dia menjelaskan pemeriksaan fokus pada semua kendaraan pengangkut penumpang, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang diidentifikasi. Sasaran pemeriksaan, ujar dia, berupa kepemilikan senjata api, senjata tajam, dan bahan peledak. Pemeriksaan dilakukan dengan pada kondisi di dalam mobil dan memeriksa sejumlah barang bawaan.

Tokopedia