6 Kecamatan di Boyolali Rawan Kekeringan

Ilustrasi sawah kering saat musim kemarau. (Bisnis/Rahmatullah)
07 Juli 2018 13:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Memasuki musim kemarau tahun ini, sebanyak 41 desa di enam kecamatan di Boyolali rawan kekeringan. Keenam kecamatan tersebut adalah Kecamatan Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Karanggede, Andong, dan Musuk.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan, data tersebut masih sama dengan data tahun sebelumnya.

“Pemetaan daerah rawan kekeringan untuk tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, tidak ada perubahan. Di wilayah utara ada Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Karanggede, dan Andong. Sedangkan di wilayah selatan ada di Kecamatan Musuk,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/7/2018).

Menurutnya, untuk mengantisipasi kekurangan air bersih di wilayah rawan tersebut, pihaknya bersama BPBD Jateng dan pihak terkait di Boyolali sudah menyiagakan bantuan air bersih.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Boyolali Hendrayanto BL mengatakan hal senada dengan Sinung. Menurutnya, pihaknya juga menyediakan anggaran untuk penanggulangan kekeringan.

“Kami selalu ada anggaran untuk penanggulangan kekeringan. Sehingga kapan pun dibutuhkan, air akan kami kirim,” ujarnya tanpa menyebut nilai anggaran.

Menurutnya, mekanisme permohonan bantuan air bersih dari warga ke Pemkab Boyolali cukup mudah. Warga mengajukan melalui kepala desa dan diteruskan ke camat, permohonan ditujukan kepada bupati yang ditembuskan ke Bagian Kesra.

“Tapi kalau ada yang mendesak membutuhkan air bersih, kami akan koordinasi dengan PUDAM [Perusahaan Umum Daerah Air Minum Boyolali] agar segera mengirim air. Jika lokasi terlalu jauh atau tidak terjangkau armada terdekat, nanti kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga penyedia air yang paling dekat untuk mengirim air,” kata dia.

 

Tokopedia