Mesin Tetas Telur Karya Warga Jagalan Solo Menangi Lomba Krenova Jateng

Andy Hardiantono Kusuma Wijaya, pembuat mesin tetas telur pemenang lomba Krenova Jateng. (Istimewa)
08 Juli 2018 17:15 WIB Suharsih Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Andy Hardiantono Kusuma Wijaya, 57, warga Jagalan, Jebres, Solo, dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh Pemenang Utama Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah.

“Iya benar, surat pemberitahuan tenang pemenang lomba itu sudah kami terima. Salah satu pemenangnya Pak Andy Hardiantono yang memang kami kirimkan sebagai wakil dari Pemkot Solo,” kata Kepala Bappeda Solo, Ahyani, melalui rilis pers yang diterima Solopos.com, Sabtu (7/7/2018).

Surat pengumuman bernomor 072.1/14988 itu menyebutkan berdasarkan berita acara hasil pemilihan Lomba Krenova tanggal 4 Juni dan SK Gubernur Jateng No. 050/30 Tahun 2018 tertanggal 26 Juni 2018 itu terdapat 10 Pemenang Utama, 10 Pemenang Harapan, dan 10 Pemenang Favorit.

Salah satu Pemenang Utama berasal dari Pemkot Solo  atas nama Andy Hardiantono yang menciptakan mesin tetas telur ber-conveyor. Andy mengaku gembira mesin tetas telur conveyor ciptaannya berhasil menjadi salah satu pemenang utama dalam lomba itu.

“Saya tentu saja mengucapkan terima kasih kepada Bappeda Solo  yang telah memfasilitasi dan men-support saya sehingga mesin tetas ciptaan saya ini dipilih sebagai salah satu pemenang,” katanya.

Menurut Andy, dia menciptakan mesin itu karena mesin tetas telur di Indonesia sekarang masih mempunyai banyak kekurangan sehingga berdampak pada persentasi atau jumlah telur yang menetas sangat rendah.

Kekurangan mesin telur konvensional selama ini, menurut dia, akibat kelembapan ruang mesin yang sangat rendah, rekayasa telur dengan memberdirikan telur saat menetaskan, pemutaran telur secara manual, dan candling telur yang harus dilakukan di luar ruang mesin. Keempat hal itu menyebabkan persentase menetasnya telur di dalam mesin tetas menjadi rendah.

Karena itulah dia kemudian menciptakan mesin tetas telur dengan sistem conveyor. Keunggulan mesin tetas telur yang dia ciptakan mampu mengatasi semua problem mesin tetas konvensional yang pada akhirnya bisa menekan biaya produksi, efisiensi waktu, efektivitas kerja dan hasil penetasan pasti meningkat tajam.

Menurut Andy, mesin tetas telur ciptaannya berkelembapan tinggi mencapai 80% dan sangat konstan, tidak perlu penyemprotan air tambahan dari luar. Selain itu penempatan telur dalam posisi tidur, seperti induk asli.

Pemutaran telur semi automatis. Candling telur dilakukan di dalam mesin, tidak perlu dikeluarkan dari mesin sehingga berdampak pada penghematan waktu kerja, tenaga kerja, serta peningkatan persentase menetasnya telur.



Tokopedia