PPDB Solo: 2 SMAN Terjunkan Tim Cek Rumah Calon Siswa Gakin

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
08 Juli 2018 17:30 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMAN 4 Solo dan SMAN 7 Solo membentuk tim khusus melakukan verifikasi ulang berkas siswa yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendaftar sekolah. Calon siswa yang kedapatan manipulasi SKTM berkasnya langsung dicoret.

“Kami langsung membentuk tim khusus setelah PPDB online selesai Jumat kemarin. Tim ini bertugas melakukan verifikasi ulang berkas siswa gakin menggunakan SKTM dengan mendatangi rumahnya langsung,” ujar Ketua panitia PPDB online SMAN 7 Solo, Reni Ernawati, saat dihubungi solopos.com, Minggu.

Reni mengungkapkan verifikasi ulang SKTM yang digunakan siswa gakin mendaftar sekolah sudah dilakukan sejak Sabtu (7/7/2018) kemarin. Jumlah siswa gakin yang mendaftar di SMAN 7 sebanyak 92 siswa atau 27,06% dari kuota 340 siswa. Semua siswa gakin saat mendaftar sudah diminta membuat surat pernyataan bermeterai.

“Kami tidak puas dengan hanya membuat surat pernyataan bermeterai bagi siswa gakin. Panitia memutuskan melakukan verifikasi ulang di lapangan dengan mendatangi langsung rumah siswa,” kata dia.

Ia menjelaskan dalam verifikasi ulang SKTM diketahui ada siswa gakin warga Solo yang masuk Surat Keputusan (SK) Wali Kota Solo dan masuk data Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kementerian Sosial (Kemensos). Khusus verifikasi gakin warga Solo masuk SK Wali Kota dan KIP dipastikan tidak ada masalah.

“Kami baru melakukan verifikasi gakin warga luar daerah sebanyak 17 siswa. Hasilnya belum ada temuan pelanggaran. Sisanya akan dilanjutkan hari Senin. Panitia menargetkan sebelum hasil PPDB online diumumkan tanggal 11 Juli, semua berkas SKTM harus sudah beres untuk dilaporkan ke kepala sekolah,” kata dia.

Ketua PPDB Online SMAN 4 Solo, Nanang Inwanto, mengungkapkan panitia PPDB online telah melakukan verifikasi ulang SKTM milik siswa dengan mendatangi rumah siswa. 

“Sebanyak 25 siswa mendaftar di SMAN 4 Solo menggunakan SKTM. Dari jumlah tersebut delapan siswa diketahui sebagai siswa gakin warga Colomadu, Karanganyar. Sementara 17 siswa gakin tercatat warga Solo. Kami pastikan verifikasi di lapangan tidak ditemukan adanya manipulasi SKTM,” kata dia.

Ia menjelaskan dari data masuk PPDB online ada sebanyak 121 siswa gakin mendaftar  di SMAN 4 Solo dari kuota 352 siswa. Siswa gakin tersebut terbagi dalam tiga yakni SK Wali Kota, KIP, dan SKTM. 

Panitia PPDB online, lanjut dia, akan melakukan pencoretan kalau menemukan ada siswa gakin memanipulasi SKTM. Ditanya mengenai pelanggaran zonasi saat mendaftar sekolah, Nanang memastikan di SMAN 4 Solo tidak ada orang tua siswa yang melanggar zonasi.