BPJS Sumbang Rp5 Miliar untuk Restorasi Segaran Sriwedari Solo

Taman Sriwedari Solo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
08 Juli 2018 19:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akhirnya mendapat kepastian mengenai anggaran restorasi Segaran Sriwedari. Anggaran itu dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) senilai Rp5 miliar.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan Pemkot dan BPJS Ketenagakerjaan telah menandatangi perjanjian terkait kucuran bantuan anggaran melalui dana CSR untuk restorasi Segaran Sriwedari. Perjanjian tersebut ditandatangi belum lama ini.

“Tinggal tunggu pelaksanaannya saja dari BPJS Ketenagakerjaan kapan akan dikerjakan,” kata Rudy sapaan akrabnya ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (8/7/2018).

Restorasi Segaran Sriwedari  sepenuhnya akan dikerjakan BPJS Ketenagakerjaan. Pemkot Solo hanya menerima hasil dari pelaksanaan restorasi tersebut. Yang jelas restorasi dilaksanakan sesuai dengan detail engineering design (DED) yang disusun Pemkot.

Sesuai perencanaan, Segaran akan dikembalikan seperti dulu. Tahap awal restorasi telah dimulai dengan meratakan bangunan bekas resto Boga di tengah Segaran. “Konsep restorasi akan dikerjakan dengan mengembalikan lagi area Segaran seperti kondisi dulu,” katanya.

Saat ini, Rudy mengatakan Pemkot Solo tengah gencar mencari dana CSR untuk penataan kawasan Sriwedari. Pemkot tidak mungkin mengandalkan APBD Kota Solo karena keterbatasan anggaran yang dimiliki sehingga harapannya melalui dana-dana CSR mampu merealisasikan rencana penataan kawasan Sriwedari.

Pemkot telah menyiapkan rencana penataan kawasan Sriwedari. Pemkot akan mengembalikan roh Sriwedari seperti dulu kala saat Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) X sebagai Bon Raja. Masterplan penataan kawasan Sriwedari juga telah rampung.

Merujuk masterplan tersebut, ruang terbuka hijau akan diperbanyak guna mendukung pengembalian Sriwedari  menjadi kawasan konservasi dan berkhasanah budaya. “Ruang terbuka hijau diperbanyak sebagai upaya menjadikan kawasan Sriwedari untuk paru-paru kota,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo Endah Sita Resmi Suryandari mengatakan restorasi Segaran dikerjakan sejalan dengan rencana menata di kawasan Sriwedari. Konsepnya, Pemkot akan mengembalikan lagi area Segaran seperti kondisi dulu.

Pada zaman dulu, di atas Segaran terdapat berbagai jenis binatang seperti angsa, bebek, itik dan burung bangau. Sementara gundukan atau pulau di tengah Segaran didirikan sebuah panggung atau joglo yang diberi nama Panti Pangeksi untuk pementasan musik keroncong.

Di bawah panggung tersebut terdapat Guaswara untuk menyimpan seperangkat gamelan Keraton. “Jadi nanti kita kembalikan seperti dulu, Segaran akan diperluas. Sedangkan pulau di tengahnya diperkecil,” jelasnya.

Kondisi Segaran saat ini terlihat sempit. Sebagian lahan Segaran termakan pelebaran pulau yang selama ini digunakan untuk resto Boga.