Bus Terbakar di Jurug Baru Saja Antar Rombongan Pemuda Banyuanyar

Bus pariwisata dari PO Hasta Putra Utama terbakar di depan pombensin Jurug, Solo, Minggu (8/7 - 2018). (Istimewa)
08 Juli 2018 20:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Bus pariwisata PO Hasta Putra Utama yang terbakar  di depan pombensin Jurug, Jebres, Solo, Minggu (8/7/2018) petang, baru saja pulang dari mengantar rombongan pemuda dan pemudi Banyuanyar, Solo, halalbihalal di Tawangmangu.

Saat itu bus sudah dalam keadaan kosong karena para penumpangnya sudah turun semua di Banyuanyar sepulang dari Tawangmangu. Bus kemudian berjalan kembali ke garasi di Matesih, Karanganyar. Namun, saat sampai di depan pombensin Jurug, bus berpelat nomor AD 1507 BF yang dikemudikan Sri Giyarto warga Gondang RT 001/RW 008 Karangangin, Kecamatan Matesih, itu mengalami musibah.

Saat melaju dari barat ke timur di Jl. Ir. Sutami sekitar pukul 17.20 WIB tepatnya di perempatan Sekarpace, bagian belakang bus itu mengeluarkan kepulan asap. Awalnya, Sri Giyarto tak menyadari bus yang disopirinya mengeluarkan asap hingga akhirnya keluar api.

Sri Giyarto baru tahu setelah ada pengguna jalan yang memberi tahunya. Giyarto kemudian berusaha mencari lokasi yang aman untuk menghentikan kendaraannya. Namun nahas belum sempat mencari lokasi aman, sesampai di timur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jurug atau di dekat gapura Jurug kobaran api mulai membesar.

Giyarto yang panik langsung turun dan menyelamatkan diri. Dia dan dibantu beberapa warga kemudian mencoba memadamkan api  secara manual. Berbekal ember dan air mereka bahu membahu memadamkan api.

Beberapa warga yang mengetahui langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (DPK). Satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki air tiba di lokasi sekitar pukul 17.26 WIB. Namun sayangnya api telah melalap habis seluruh bus.

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menjilat-jilat ke atas. Tak butuh waktu lama kobaran api pun berhasil dijinakkan petugas pemadam kebakaran. Arus lalu lintas akibat kejadian itu sempat macet.

Para pengguna jalan yang melintas berhenti dan melihat bus terbakar tersebut. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengatur kondisi lalu lintas.

Sopir bus, Sri Giyarto, menuturkan bus yang dikemudikannya dalam perjalanan pulang ke garasi bus di wilayah Matesih. Setelah mengantarkan rombongan pemuda-pemudi Banyuanyar seusai halalbihalal di kawasan Tawangmangu, Karanganyar.

"Busnya kosong tidak ada penumpang. Penumpang sudah saya turunkan semua di Banyuanyar. Sebelumnya bus disewa pemuda-pemudi Banyuanyar ke Tawangmangu," katanya kepada wartawan.

Saat ini Giyarto tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Jebres. Kanit Patroli Polsek Jebres Ipda Wahyono mengatakan telah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi mata terkait kronologi kejadian yang menghanguskan bus pariwisata PO Hasta Putra Utama tersebut.

"Dugaan sementara karena korsleting mesin di belakang bus. Tidak ada unsur kesengajaan, murni korsleting. Bodi bus akan diderek ke garasi," katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun salah satu warga menjadi korban terjatuh karena ceceran oli bus di sepanjang Jl. Ir. Sutami. Salah satu korban warga RT 003/RW 002 Banyuanyar, Suratno, mengaku mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya akibat terjatuh karena ceceran oli.

Ceceran oli tersebut dari mulai Sekarpace hingga lokasi terbakarnya bus PO Hasta Putra Utama. "Saya tidak tahu kalau jalannya penuh oli. Tahu-tahu kendaraan saya langsung ndlosor di pinggir jalan," katanya.



Tokopedia