Kirab Kupatan Tirtonadi Solo Hibur Penumpang di Terminal

Para peserta Kirab Kupatan Tirtonadi Solopos diberangkatkan dari Terminal Tirtonadi, Minggu (8/7 - 2018). (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
08 Juli 2018 21:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Puluhan calon penumpang bus di Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, tiba-tiba berhamburan ke luar ruangan, Minggu (8/7/2018) sore. Mereka beranjak dari ruang tunggu setelah mendengar alunan musik Reog, Barongsai, dan hadrah ditabuh di halaman belakang terminal kebanggaan wong Solo tersebut.

Setelah melewati pintu keluar, para calon penumpang bus itu terkesima. Sontak beberapa dari mereka langsung mengeluarkan handphone berkamera guna mengabadikan aksi warga Kelurahan Gilingan, Banjarsari, yang tengah mengikuti Kirab  Budaya Kupatan Tirtonadi 2018.

Salah seorang calon penumpang bus Andreas Wihono, 43, mengaku terhibur dengan adanya kirab itu. Warga Tembalang, Kota Semarang, yang hendak pulang dari Solo Baru, Sukoharjo, tersebut menilai kirab budaya yang berlokasi start di terminal tergolong cukup unik.

Kirab akhirnya bukan hanya menghibur warga Solo tapi juga warga luar daerah yang tengah menunggu bus maupun baru turun dari bus di terminal. Dia merasa terkesan dengan warga yang tampak begitu antusias mengikuti kirab. Hal itu bisa dibuktikan dari penampilan warga yang mengenakan berbagai jenis kostum dan juga membawa atribut.

"Acaranya meriah ya. Menurut saya bagus. Cukup menghibur. Apalagi kegiatan seperti ini saya rasa sudah jarang ditemukan di tempat lain. Artinya, kalau kirab kan identiknya dilaksanakan saat menyambut 17-an [Agustus]. Tapi ini bukan. Tadi saya tanya orang, katanya kirab ini acara tahunan yang diadakan setelah Lebaran," kata Andre saat ditemui Solopos.com di sela-sela menyaksikan persiapan agenda pemberangkatan peserta Kirab Budaya Kupatan Tirtonadi di halaman belakang terminal, Minggu sore.

Kirab Budaya Kupatan Tirtonadi 2018 diikuti oleh 900-an orang perwakilan dari 21 RW di Kelurahan Gilingan, kelompok seni budaya lokal, hingga pihak-pihak terkait di Gilingan, seperti Terminal Tirtonadi dan SLB Gilingan. Bukan hanya tampil menarik sesuai tema masing-masing, para perserta perwakilan RW tampak membawa atribut berupa gunungan berisi berbagai macam hasil bumi.

Ketua Panitia Kirab Budaya Kupatan Tirtonadi 2018, Joko Rudiyanto, mengatakan Kirab Budaya Kupatan Tirtonadi tahun ini mengambil tema besar Optimalisasi Kreativitas Masyarakat dan Potensi Budaya Lokal. Tema itu dipilih untuk memberi semangat kepada warga agar berani berkreasi dan bisa saling menghormati perbedaan budaya.

"Kami usung tema itu karena banyaknya budaya di Kelurahan Gilingan. Banyak etnis juga. Selain Jawa, ada juga warga keturunan Tionghoa dan Arab di Gilingan. Jadi harapan kami kirab ini jadi wadah untuk merekatkan warga Gilingan dari berbagai suku, ras, maupun agama. Hal itu juga yang tampak pada hari ini ketika ada pertunjukan reog, barongsai, dan hadrah dalam kirab," jelas Joko saat ditemui Solopos.com, Minggu.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo batal hadir memberangkatkan peserta kirab karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Sebagai gantinya, Kepala Dinas Pariwisata, Hasta Gunawan, yang memberangkatkan kirab di pintu belakang Terminal Tirtonadi dengan cara mengangkat bendera bermotif batik.

Para peserta kirab kemudian berjalan mengeliling wilayah Gilingan hingga finis di depan Kantor Kelurahan Gilingan.



Tokopedia