2 SMAN Sukoharjo Kekurangan Puluhan Siswa Baru

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
08 Juli 2018 16:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- SMAN 1 Weru dan SMAN 1 Bulu, Sukoharjo, masih kekurangan siswa baru hingga penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2018/2019 pada Jumat (6/7/2018). Perinciannya, SMAN 1 Weru kekurangan 73 siswa sementara SMAN 1 Bulu kekurangan 85 siswa.

Hal ini diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sukoharjo, Sudibyo, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (8/7/2018). Pelaksanaan PPDB online jenjang SMA dan sederajat dilaksanakan mulai Senin-Jumat (2-6/7/2018). Kuota calon siswa baru di sebagian besar SMA negeri terpenuhi.

Hanya dua SMA negeri di wilayah pinggiran yang kuota calon siswa barunya belum terpenuhi hingga penutupan pelaksanaan PPDB online. “Ada dua sekolah negeri yang masih kekurangan siswa yakni SMAN 1 Bulu dan SMAN 1 Weru. Tak ada lagi pendaftaran calon siswa baru tahap II,” kata dia, Minggu.

Kepala SMAN 1 Nguter ini menjelaskan calon siswa baru yang berdomisili di dekat SMAN 1 Bulu dan SMAN 1 Weru diberi kesempatan memenuhi kuota sekolah. Hal ini dilakukan agar kuota calon siswa baru di kedua sekolah negeri itu terpenuhi.

Menurut Sudibyo, jumlah calon siswa baru di wilayah pinggiran tak sebanyak di perkotaan seperti Kartasura, Grogol, dan Sukoharjo kota. “Tahun-tahun sebelumnya [PPDB online] juga seperti itu [kekurangan siswa]. Mungkin karena jumlah pendaftar minim sehingga kuota calon siswa baru belum penuh,” ujar dia.

Sudibyo belum menerima laporan ihwal sistem pelaksanaan PPDB online khususnya keluarga miskin yang menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Penggunaan SKTM menimbulkan gelombang protes para orang tua/wali murid yang memiliki nilai akademik tinggi. Mereka bisa tersisih oleh calon siswa miskin yang nilai akademiknya jauh lebih rendah.

Dalam waktu dekat, Sudibyo bakal kembali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng untuk mengevaluasi pelaksanaan PPDB online. Berbeda dengan jenjang SMA, kuota calon siswa baru jenjang SMK negeri sudah terpenuhi.

Menurut Ketua MKKS SMK Sukoharjo, Mujiono, jumlah pendaftar di sejumlah SMK negeri favorit membeludak saat PPDB online. Kendati demikian, kuota siswa baru bisa saja berkurang apabila calon siswa baru tak melakukan pendaftaran ulang.

“Pendaftaran ulang calon siswa baru dilaksanakan pada 12 Juli-13 Juli. Jumlah pendaftar memang full, kuota calon siswa baru di masing-masing SMK negeri penuh. Bisa jadi ada calon siswa baru yang tak mendaftar ulang karena menyesuaikan pilihan jurusan,” kata dia.