Terjatuh dan Keram, 2 Pendaki Merbabu Dievakuasi

Gunung Merbabu. (Solopos/Dok)
08 Juli 2018 15:45 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Seorang pendaki  gunung Merbabu terpaksa dievakuasi karena diperkirakan mengalami patah tulang saat terjatuh dalam perjalanan turun gunung. Sementara itu, seorang pendaki lain juga terpaksa dievakuasi ke Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu Resor Selo karena mengalami keram perut.

Sukarelawan di BTNG Merbabu Resor Selo, Radityo Wicaksono, mengatakan pendaki yang mengalami patah tulang tersebut berasal dari Sumatra. “Sabtu [7/7/2018] malam kami mendapat laporan ada pendaki yang terjatuh. Setelah sukarelawan menuju ke lokasi, memang benar ada pendaki yang dimaksud. Setelah dicek, sepertinya mengalami patah tulang lengan kanan dan sudah diberi spalk dan kain untuk menggendong tangan. Selanjutnya pendaki itu dievakuasi turun gunung dan diantar ke rumah sakit di Boyolali untuk mendapat perawatan lebih lanjut,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (8/7/2018).

Menurut pengakuan korban, lanjut Radityo, pendaki  tersebut sedang turun gunung kemudian jatuh tergulung. Saat itu kemungkinan salah satu tangannya mengalami benturan keras hingga mematahkan tulangnya.

Sementara itu, pada waktu berbeda, seorang pendaki perempuan asal Solo juga terpaksa dievakuasi karena mengalami keram perut dan maag. “Siang tadi ada lagi pendaki yang mengalami keram perut dan maag sehingga terpaksa dievakuasi para sukarelawan ke Resor Selo,” imbuh Radityo.

Sementara itu, cuaca dingin yang melanda beberapa daerah belakangan ini juga melanda kawasan Gunung Merbabu. Menurut Radityo, pada malam hari suhu di gunung yang dia pantau dari aplikasi ponsel mencapai 17 derajat Celcius.

“Malam itu waktu saya naik ke sabana saya sempat melihat informasi suhu melalui ponsel, temperaturnya 17 derajat Celcius. Bahkan pada malam-malam sebelumnya suhunya lebih rendah,” ujarnya.

Akibat suhu rendah ini, sebagian pendaki  gunung Merbabu mengalami hipotermia. Radityo mengatakan dua pendaki asal Solo terdampak penurunan drastis suhu tubuh sehingga membutuhkan penanganan segera.

“Sebelum ada laporan mengenai pendaki yang patah tulang itu, ada laporan lain mengenai dua pendaki yang mengalami hipotermia. Lalu saya naik dari Resor Selo sendirian karena kebetulan personel lain sedang ada keperluan. Sesampainya di atas langsung saya beri treatment dan beruntung keduanya segera membaik,” imbuhnya.

Dia mengatakan pada musim liburan ini pendaki Merbabu cukup banyak. Namun tidak semua pendaki memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pendakian sehingga kurang persiapan dan tidak dapat mengatasi masalah secara mandiri.

Dia berharap para pendaki agar mencari pengetahuan dasar mengenai pendakian. “Sekarang informasi tentang pendakian kan mudah sekali didapat, bisa melalui tulisan di Internet atau pendaki lain yang sudah berpengalaman. Hendaknya sebelum mendaki harus sudah tahu,” imbaunya.