Pemkab Klaten Tegaskan Tak Ada Relokasi Pasar Babadan

Pagar bambu menutupi kios bagian depan Pasar Babadan di Dukuh Babadan, Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jumat (6/8 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
08 Juli 2018 22:30 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten memastikan tidak akan ada relokasi pedagang Pasar Babadan meski pasar di Dukuh Babadan, Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari, itu sudah dipagari keliling, Jumat (6/7/2018) lalu. Pemkab terus berupaya agar pedagang tetap berjualan di pasar itu.

Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com, tersiar kabar rencana relokasi di kalangan pedagang Pasar Babadan. Menurut kabar itu, pedagang untuk sementara waktu ditempatkan di lahan bekas Subterminal Wonosari di depan Pasar Babadan.

Tak hanya itu, pedagang juga diberi tenggat waktu hingga Minggu (8/7/2018) oleh keluarga Slamet Siswosuharjo yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan pasar tersebut untuk pengosongan pasar. Asisten I Setda Klaten, Ronny Roekmito, membantah jika ada rencana relokasi pedagang dari pasar yang kini ditempati.

Pemkab Klaten memprioritaskan penyelesaian masalah melalui mediasi dan jalur hukum. “Enggak ada relokasi. Prioritas pertama kami adalah suasana supaya kondusif dulu. Selanjutnya ada pembicaraan-pembicaraan lagi,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Ronny menjelaskan sengketa tanah Pasar Babadan sedang diselidiki Polres Klaten. Kuasa hukum Pemdes Teloyo mengajak Polres Klaten untuk memediasi. “Kemungkinan lebih cepat untuk ke jalur hukum seperti pada petak pertama dulu,” ujar dia.

Anak keluarga Slamet Siswosuharjo, Mularsih, menyanggah telah memerintahkan pengosongan paling lambat Minggu. Ia tak pernah menyampaikan hal itu kepada pedagang. Ia hanya mengingatkan kepada pedagang secara baik-baik bahwa tanah itu adalah milik ayahnya.

“Enggak pernah ada yang bilang akan mengeluarkan paksa. Kami sudah beri toleransi. Bahkan, kami siap bantu mengangkuti barang jika dimintai tolong pedagang,” ujar dia, Minggu.

Ia juga memastikan selama pemagaran tidak ada barang dagangan pedagang yang dirusak atau diambil olehnya maupun orang-orangnya. Penjagaan terhadap pasar oleh sekelompok orang yang bersimpati pada keluarga Slamet masih dilakukan hingga hari itu.

“Justru kami kasihan kepada pedagang. Pemdes [Teloyo] itu membolak-balikkan fakta. Kami enggak ada masalah dengan pedagang,” urai dia.

Mularsih mengaku hingga Minggu belum menerima undangan atau pemberitahuan terkait Pasar Babadan dari Pemkab Klaten. Ia menyayangkan sikap Pemkab yang seolah-olah membiarkan. “Seharusnya lebih cepat lebih baik,” harap dia.

Tokopedia