Ledakan Karbit Hanguskan Dapur Warga Sidoharjo Wonogiri

ilustrasi kebakaran. (Solopos/Whisnu Paksa)
08 Juli 2018 15:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dapur rumah warga Sambeng, Widoro, Sidoharjo, Wonogiri, ludes terbakar, Sabtu (7/7/2018) dini hari. Beruntung, dua penghuni rumah yang tengah tidur langsung terbangun dan keluar rumah sehingga berhasil menyelamatkan diri.

Api muncul diduga kuat akibat ledakan karbit yang digunakan penghuni rumah untuk mematangkan atau ngimbu pisang di kresek. Kapolsek Sidoharjo, AKP Sumitro, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu, mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu.

Penghuni rumah, Sarmo, 60, dan istrinya dapat menyelamatkan diri sebelum api melalap habis dapur rumah mereka. Namun, kerugian material ditaksir mencapai lebih dari Rp50 juta. Dia menduga api muncul akibat ledakan karbit yang digunakan Sarmo untuk mematangkan pisang di tas kresek.

Ngimbu atau mematangkan buah menggunakan karbit merupakan cara tradisional yang masih kerap dilakukan masyarakat hingga sekarang. Teknik tersebut dinilai dapat membuat buah matang dalam tempo relatif singkat.

Dia menceritakan kemunculan api kali pertama diketahui Sarmo. Pada pukul 01.00 WIB dia dan istrinya terbangun setelah mendengar ada suara ledakan dari arah dapur. Sarmo lalu mengecek kondisi rumahnya.

Saat di dapur dia mendapati api membakar tumpukan kayu. Selanjutnya Sarmo bersama istrinya berlari keluar rumah dan berteriak meminta tolong. Para tetangga Sarmo lalu berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.

Anggota Polsek Sidoharjo langsung ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan dan membantu memadamkan api bersama warga. “Setelah dua jam api dapat dipadamkan sebelum merambat ke bangunan rumah induk,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Dia melanjutkan sore hari sebelumnya Sarmo ngimbu pisang di kresek menggunakan karbit. Kresek tersebut ditaruh di tumpukan kayu yang sedianya digunakan untuk membangun rumah. Pada dini hari diduga kuat karbit meledak kemudian timbul api.

Lalu api membakar kayu dan dengan cepat merambat ke tumpukan jerami kering di dalam dapur. “Kami mengimbau warga yang ingin ngimbu buah jangan memakai karbit. Karbit bisa meledak. Jangan sampai peristiwa serupa kembali terjadi,” kata Kapolsek.

Data yang dihimpun Solopos.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, sebanyak 24 kejadian kebakaran  hunian yang mengakibatkan kerugian material mencapai lebih kurang Rp1,64 miliar pada 2016. Tidak ada korban jiwa maupun luka.

Musibah itu terjadi di Kecamatan Eromoko, Tirtomoyo, Pracimantoro, Wonogiri, Slogohimo, Giriwoyo, Sidoharjo, Baturetno, dan Jatisrono. Pada 2017 jumlah kejadian kebakaran turun signifikan menjadi 14 peristiwa dan menimbulkan kerugian material lebih kurang Rp191,15 juta.

Kebakaran terjadi di Kecamatan Wuryantoro, Bulukerto, Pracimantoro, Giritontro, Jatiroto, Eromoko, Giriwoyo, Selogiri, Wonogiri, Baturetno, dan Ngadirojo. Kendati lebih sedikit, tetapi kejadian mengakibatkan dua orang terluka.