Merasa Diabaikan, PKL Sunday Market Manahan Solo Cemas

Para PKL Sunday Market Manahan Solo bekerja bakti membersihkan kompleks Stadion Gelora Manahan, Selasa (1/5 - 2018). (Solopos/Nicolaus Irawan)
09 Juli 2018 07:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan Solo cemas dengan rencana pengerjaan proyek renovasi dan pengembangan Stadion Manahan  oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hingga kini mereka belum mendapat kepastian soal jadwal dan dampak megaproyek senilai Rp314,07 miliar itu.

Salah seorang PKL Sunday Market, Wiwik, 53, berharap Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Solo bisa segera mengadakan sosialisasi guna membahas agenda pengerjaan proyek renovasi dan pengembangan Stadion Manahan. Para PKL butuh kepastian tentang informasi jadwal dan dampak pengerjaan proyek tersebut.

Dia menyebut para PKL penasaran proyek renovasi dan pengembangan Stadion Manahan  apakah bakal berdampak pada kegiatan Sunday Market atau tidak. "Belakangan kami resah. Pembongkaran Stadion Manahan dikabarkan bakal dilakukan dalam waktu dekat ini. Kami ingin tahu jadinya proses pembongkaran dan pembangunan Stadion Manahan itu bakal mempengaruhi kegiatan Sunday Market atau tidak?" kata Wiwik saat ditemui Solopos.com di sela-sela berjualan di Gelora Manahan, Minggu (8/7/2018).

Wiwik memohon kepada Pemkot Solo agar tak meliburkan Sunday Market selama masa pembongkaran dan renovasi Stadion Manahan. Dia menilai keberadaan PKL Sunday Market di seputaran Velodrome termasuk aman. PKL menganggap posisi mereka sekarang cukup jauh dari bangunan Stadion Manahan sehingga tidak berpotensi menganggu maupun terkena risiko bahaya dari pengerjaan proyek pembongkaran dan renovasi stadion.

"Mudah-mudahan kami masih diperbolehkan berjualan di dalam [Gelora Manahan]. Saya sendiri tidak tahu lagi harus bagaimana jika kegiatan Sunday Market diliburkan. Saya berharap pemerintah bisa memahami kondisi kami. Semoga Gelora Manahan masih bisa dipakai untuk berolahraga. Untuk pengamanan, mungkin pemerintah bisa pasang seng di seputaran Stadion," tutur Wiwik.

Ketua Serikat Pekerja Minggu Pagi Manahan (SPMPM) Sunday Market, Joko Santoso alias Yuli de Santos, menyesalkan sikap Pemkot yang hingga kini belum juga memberi sosialisasi kepada para PKL terkait agenda pembongkaran hingga renovasi Stadion Manahan. Hingga Minggu siang belum ada undangan sosialisasi maupun surat pemberitahuan terkait rencana pengerjaan proyek tersebut.

Dia mengatakan para PKL tentu cemas menanggapi hal itu mengingat ada kemungkinan Sunday Market terdampak langsung proyek hingga mungkin harus diliburkan saat pembongkaran dan renovasi Stadion.

"Sampai sekarang belum ada surat pemberitahuan. Jadi kami belum tahu nasib Sunday Market akan seperti apa nanti setelah dimulai proses pembongkaran dan renovasi Stadion Manahan. Mudah-mudahan kami masih boleh berjualan," ujar Yuli.

Kabid Sarana dan Prasarana Olahraga Dispora Solo, Yusroni, hingga Minggu sore belum bisa dimintai informasi soal agenda pembongkaran Stadion Manahan. Dia tak juga merespons telepon maupun pesan singkat dari Solopos.com.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com sebelumnya, Stadion Manahan dijadwalkan mulai dibongkar pada 8 Juli ini. Namun pada kenyataannya hingga Minggu siang tak tampak aktivitas pembongkaran sebagian bangunan Stadion.