Jalan Monginsidi Solo Diperbaiki, Pedagang Berharap Ganti Rugi

Pelaksanaan proyek peningkatan Jl. Monginsidi Solo membuat para pedagang di sekitar area proyek perugi, Senin (9/7 - 2018). (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
09 Juli 2018 19:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pelaku usaha atau pedagang di Jl. Monginsidi, Banjarsari, Solo, mengaku rugi akibat pengerjaan proyek peningkatan jalan tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo. Sebagian dari mereka berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberi kompensasi atas kerugian tersebut.

Seorang pemilik warung makanan tepi selatan Jl. Monginsidi, Sukinah, 63, mengaku omzetnya turun drastis hingga 50% lebih sejak proyek peningkatan Jl. Mongindisi mulai dikerjakan Rabu (4/7/2018) lalu. Dagangannya tak laku karena lajur selatan Jl. Monginsidi mulai dikeruk oleh PT Tanggul Jaya selaku kontraktor pengerjaan proyek.

Hal itu jelas membuat para pembeli maupun pelanggan tidak bisa menepi untuk mampir ke warung makan Sukinah yang berada di seberang SD Cemara Dua. PT Tanggul Jaya apalagi telah memasang pagar pembatas di area proyek yang membuat kendaraan di lajur utara tak bisa melihat kondisi di selatan Jl. Monginsidi.

“Enggak ada yang beli. Paling cuma pekerja proyek yang datang. Itu pun tidak semuanya ke sini. Ruginya banyak. Kalau sebelumnya saya bisa dapat Rp100.000/hari, ini sekarang Rp50.000/hari saja susah,” kata Sukinah saat ditemui Solopos.com di warung makananya, Senin (9/7/2018).

Meski pendapatannya sedikit, Sukinah memutuskan tetap berjualan. Dia tak punya pilihan lain. Berjualan makanan dan toko kelontong di Jl. Monginsidi merupakan sumber penghasilan utamanya selama ini.

Dia berharap Pemkot Solo bisa memberikan uang kompensasi atau santunan bagi para pelaku usaha yang merugi akibat proyek perbaikan Jl. Monginsidi. Warga RT 001/RW 003 Kelurahan Setabelan, Banjarsari, tersebut menyerahkan kepada Pemkot bakal memberikan uang kompensasi berapa.

Sukinah menyakini Pemkot Solo bakal memikirkan nasib warganya yang tengah kesulitan dengan memberikan uang kompensasi secara layak. “Saya sempat ngobrol-ngobrol dengan tetangga. Mereka juga memikirakan soal ganti rugi. Tapi sampai sekarang kami belum diundang oleh pemerintah atau kontraktor untuk sosialisasi proyek. Rencananya kan saat sosialisasi itu kami akan bicara kompensasi,” jelas Sukinah.

Pemilik Konter JNE Cantika di Jl. Monginsidi, Cantika Aurelia RItantri, 21, mengaku pasrah dengan adanya pengerjaan proyek  peningkatan Jl. Monginsidi yang dikabarkan bakal berlangsung selama tiga bulan tersebut, yakni 1,5 bulan untuk lajur selatan dan 1,5 bulan untuk lajur utara.

Dia menyebut pelaksanaan proyek penggantian aspal dengan rigid beton di Jl. Monginsidi itu jelas mempengaruhi omzet usahanya. Cantika mengaku merugi namun tidak terlalu besar. Hal itu bisa terjadi karena timnya bekerja ekstra belakangan ini. Dia mencontohkan JNE Cantika sepekan terakhir bahkan rela melayani pengambilan barang di rumah pengantar.

“Untuk bisa sampai di konter, pelanggan atau calon customer sekarang kan harus lewat gang kampung. Tentu tidak semua dari mereka tahu gang yang harus dilewati. Ketimbang pelanggan bingung, mending kami yang ambil barangnya,” ujar Cantika di konternya.

Cantika berharap proses perbaikan Jl. Monginsidi bisa selesai tepat waktu agar usahanya ikut kembali normal.