Asyik, Pemkab Sukoharjo akan Bikin RTH di Kadilangu Baki

Pengendara sepeda motor melewati taman di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo, Jumat (8/6 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
09 Juli 2018 17:05 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo berencana membeli lahan milik warga di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jlopo di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki. Lahan itu bakal digunakan untuk menambah jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah setempat.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Ibnu Tjahyana, mengatakan RTH berfungsi sebagai public space atau kawasan untuk para pejalan kaki atau aktivitas olahraga masyarakat.

Selain itu, RTH juga berfungsi sebagai paru-paru kota. Artinya, penataan ruang dan wilayah harus mengedepankan pembangunan RTH. “Ini sesuai konsep smart living yang menjadi salah satu tujuan penerapan smart city. Rencananya, lokasi RTH di sekitar SPBU Jlopo,” kata dia, Jumat (6/7/2018).

Sesuai UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang menyebutkan setiap daerah harus mempunyai lahan RTH sekitar 30 persen dari luas wilayah. Pemkab berupaya keras untuk merealisasikan luas lahan minimal RTH mengacu pada perundang-undangan.

Saat ini, RTH di Sukoharjo tersebar di sejumlah lokasi seperti Taman Pakujoyo di Kelurahan Gayam, Taman Wijaya Kusuma di Kelurahan Sonorejo.

Selain itu, city walk di pinggir Jl. Jenderal Sudirman dan kawasan Solo Baru juga menjadi area public space bagi masyarakat. “Nanti lahan bakal terlebih dahulu diukur oleh instansi terkait. Hal ini berhubungan erat dengan database pertanahan,” ujar dia.

Ada beberapa kriteria persyaratan pembangunan lahan RTH seperti luas lahan minimal 500 m2. Selain itu, status lahan tersebut harus jelas sebelum diubah menjadi RTH. Permasalahannya, tak semua lahan kosong dapat diubah menjadi RTH. Apalagi jika lahan tersebut merupakan aset daerah.

Ibnu masih berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukoharjo dan Bagian Hukum Setda Sukoharjo untuk membahas rencana pembelian lahan warga. “Tergantung nanti hasil kajian lintas sektor. Pada prinsipnya kami ingin menambah jumlah RTH di Sukoharjo,” ungkap dia.

Sementara itu, seorang warga Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Darminto, meminta agar Pemkab membangun kawasan public space terpadu seperti di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, Solo.

"Masyarakat bisa jalan-jalan santai atau sekadar nongkrong di kawasan public space. Hal ini harus diperhatikan pemerintah guna mengimbangi pesatnya pembangunan fisik di kawasan Solo Baru," saran dia.