Cegah Kecurangan, Tes Seleksi Perdes Sragen Pakai LJK dan CAT

Ujian kompetensi perangkat desa di Gedung SMS Sragen, Selasa (10/4 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
09 Juli 2018 06:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen sedang menyiapkan skenario sistem ujian (tes) seleksi perangkat desa (perdes) 2018 agar terhindar dari kecurangan atau permainan oleh segelintir orang.

Opsi yang akan diambil yaitu tes menggunakan lembar jawab komputer (LJK) dan computer assisted test (CAT). Penjelasan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sragen, Dedy Endriyatno, saat ditemui wartawan, Minggu (8/7/2018).

Menurut dia, opsi LJK dan CAT muncul saat diskusi dengan perwakilan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) perguruan tinggi yang menjadi rekanan Pemkab Sragen, pekan lalu. Dengan sistem seperti itu tes dinilai lebih akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami coba buat terobosan tes yang hasilnya akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan. Hasil dikusi dengan teman-teman LPPM berbagai perguruan tinggi, diusulkan agar Pemkab Sragen memakai LJK dan CAT,” ujar dia.

Dengan sistem itu, menurut Dedy, bisa meminimalkan celah bagi siapa saja yang hendak bermain dalam tes seleksi perdes. Selain itu penggunaan LJK dan CAT bisa mempercepat proses penilaian lembar jawaban peserta tes.

Apalagi berdasarkan regulasi, LPPM mesti menyerahkan hasil tes sehari setelah pelaksanaan ujian. “Dengan tes konvensional akan kesulitan menyerahkan hasil tes sehari setelah tes sehingga bisa muncul tuduhan-tuduhan,” kata dia.

Dedy berharap panitia seleksi perdes  dan LPPM selaku pelaksana ujian bisa menyiapkan LCD projector saat pelaksanaan tes. LCD projector itu untuk memunculkan hasil tes para peserta sesaat setelah waktu ujian dinyatakan selesai. Dengan begitu aspek transparansi bisa lebih terjamin.

“Harapan kami ada LCD proyektor di hadapan peserta. Begitu tes selesai, sistem penilaian diklik, hasilnya bisa langsung keluar dan terpampang di depan peserta,” sambung dia.

Dedy menerangkan Pemkab menyiapkan formula tersebut mengingat banyaknya calon peserta seleksi perdes. Berdasarkan catatan Pemkab Sragen, jumlah pendaftar seleksi perdes mencapai 3.479 orang di 192 desa.

Terpisah, Tim Satu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Kabupaten Sragen tidak akan bersikap lunak menghadapi gelagat permainan dalam seleksi perangkat desa (perdes) serentak di 192 desa tahun ini. Tim yang diketuai Wakapolres Sragen, Kompol Saprodin, itu mulai mengerahkan kelompok kerja (pokja) intelijen untuk melakukan pengintaian di simpul-simpul yang ditengarai terjadi praktik transaksional.

Tim Saber Pungli juga menyiagakan Pokja Penindakan Hukum bila didapati oknum yang bermain dalam seleksi perdes. Penjelasan itu disampaikan Wakil Ketua Tim Saber Pungli Sragen, Wahyu Widayat.

"Seleksi perdes menjadi concern kami saat ini. Kami akan bertindak keras, tidak lagi mengedepankan Pokja Pencegahan, melainkan mendorong Pokja Intelijen dan Pokja Penindakan," ujar dia, Kamis (5/7/2018).

Wahyu meminta masyarakat yang mendapati adanya indikasi kecurangan agar melapor ke Tim Saber Pungli. Identitas pelapor akan dirahasikan dan laporan akan ditindaklanjuti sesuai skala prioritas.

Cara melapor ke Tim Saber Pungli Sragen bisa melalui call center 085701877362 dan 087746465429 atau laman saberpunglisragen.com. Selain itu bisa melalui akun media sosial Tim Saber Pungli Sragen.

"Kami sudah sebar dan pasang spanduk dan MMT di semua wilayah ihwal seruan jangan melakukan pungli. Di spanduk dan MMT itu tertera nomor telepon dan jalur pengaduan ke kami," imbuh dia.