4 Jembatan Rusak Parah di Sragen Belum Tersentuh Dana Perbaikan

Ilustrasi jalan dan jembatan rusak (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
09 Juli 2018 04:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pemkab Sragen tahun ini berutang Rp200 miliar untuk pembenahan infrastruktur. Kendati demikian, empat jembatan  yang ambrol dan rusak parah dalam beberapa tahun terakhir belum juga tersentuh anggaran perbaikan.

Empat jembatan itu yakni Jembatan Juwok (Sukodono), Jembatan Trombol (Mondokan), Jembatan Bejingan (Masaran), dan Jembatan Musuk (Sambirejo). Warga di sekitar jembatan-jembatan itu sudah jengah dengan kerusakan itu.

Anggota Komisi III DPRD Sragen, Anshori, saat diwawancarai wartawan, Minggu (8/7/2018), mengatakan kerusakan Jembatan Trombol dan Mondokan sangat parah. “Puarah, jian puarah banget. Tak bisa dilewati kendaraan,” ujar dia.

Politikus PKB tersebut mengaku cukup sering beraktivitas di sekitar dua jembatan yang rusak. Dia geregetan melihat kondisi jembatan yang tak kunjung diperbaiki. Padahal warga kerap menanyakan kapan jembatan  itu diperbaiki.

“Dua jembatan itu menghubungkan dua wilayah padat penduduk dan jelas jembatan itu tanggung jawab pemerintah daerah. Kasihan warga kalau tak kunjung diperbaiki jembatannya. Selama ini banyak yang lewat situ,” kata dia.

Penuturan senada disampaikan anggota Komisi III DPRD Sragen dari Fraksi Partai Golkar, Muhammad Haris Effendi. Menurut dia selain Jembatan Juwok dan Trombol yang rusak, ada dua jembatan lain yang rusak.

Dua jembatan yang dia maksud yaitu Jembatan Bejingan (Masaran) dan Jembatan Musuk (Sambirejo). Bahkan perbaikan dua jembatan ini belum masuk penetapan APBD 2018 karena keteledoran Dinas PUPR Sragen.

“Anggaran dua jembatan ini sudah masuk APBD penetapan 2017 tapi batal dilaksanakan. Mestinya begitu tahu proyek tak jadi dilaksanakan, dinas mencoret mata anggarannya di perubahan APBD 2017 biar bisa masuk APBD 2018,” urai dia.

Haris kecewa dengan manajemen perbaikan infrastruktur  Dinas PUPR Sragen. Bila sudah dianggarkan tahun ini, pada akhir 2018 jembatan sudah bisa dilewati. “Perbaikan jembatan itu tak berani bila pakai dana dari perubahan APBD,” sesal dia.

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Sragen, Dedy Endriyatno, mengakui anggaran perbaikan Jembatan Bejingan dan Musuk belum masuk APBD 2018. Rencananya, perbaikan dua jembatan itu dilakukan menggunakan APBD 2019.

“Jembatan Musuk itu tanahnya bergeser sehingga bila jembatan dibangun di lokasi yang sama dikhawatirkan akan mengalami pergeseran lagi. Maka opsinya adalah relokasi. Kami akan lakukan itu tahun depan,” terang dia.

Dedy juga mengakui kerusakan yang terjadi di Jembatan Trombol dan Juwok. Dia mengaku sudah mengecek langsung salah satu jembatan yang rusak. “Yang satu jembatan rusak tujuh tahun ini, satu lagi setahun ini,” ujar dia.

Kepala Dinas PUPR Sragen, Marija, mengatakan anggaran perbaikan Jembatan Trombol sudah masuk APBD penetapan 2018. Bahkan dari proses lelang yang dilakukan sudah berhasil mendapatkan kontraktor yang akan mengerjakan pembangunan jembatan itu. Dia memperkirakan pekerjaan fisik akan dimulai pekan ini.



Tokopedia