Bangun Kantor BPBD Karanganyar, Pemerintah Kucurkan Rp2,5 M

Ilustrasi menghitung uang rupiah. (Bisnis/Dwi Prasetya)
09 Juli 2018 09:00 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Pemkab Karanganyar membangun kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar di Kampung Krakalarum, Kelurahan Jungke, Karanganyar awal Juni.

Proses peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Kepala BPBD Karanganyar, Samsi, pada Jumat (8/6/2018). Lokasi tersebut adalah lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. Biasanya, lahan ditanami tebu. BPBD Karanganyar selama ini menempati gedung milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Beberapa waktu lalu beredar kabar gedung itu akan digunakan Pemprov Jateng untuk salah satu instansi. Oleh karena itu, BPBD harus lekas pindah.

Pemkab Karanganyar merespons dengan mengalokasikan Rp2,5 miliar untuk membangun gedung kantor BPBD Karanganyar. Lelang pembangunan gedung dimenangi PT Sarana Mukti Semarang. Kepala Pelaksana Harian BPBD Karangangar, Bambang Djatmiko, menyampaikan rasa syukur karena rencana Pemkab membangun kantor BPBD terealisasi.

"Satu tahun lalu ketika kami diperintah cari tempat yang akan digunakan kantor BPBD. Sekarang sudah terwujud. Kegiatan ini dasarnya dokumen pelaksanaan anggaran [DPA] SKPD 2018 yakni pembangunan kantor BPBD di Kampung Krakalarum Kelurahan Jungke Kecamatan Karanganyar," kata Bambang saat memberikan sambutan kala itu.

Harapannya, kantor itu dapat menjadi tempat bernaung bagi 36 sukarelawan di Kabupaten Karanganyar. Sebanyak 36 sukarelawan itu terdaftar. Sementara itu, Sekda Karanganyar, Samsi, mengingatkan pihak pemenang lelang agar tidak main-main mengerjakan proyek tersebut. Samsi menegur secara langsung perwakilan pemenang lelang dihadapan seluruh tamu undangan saat itu.

"Kepada pemenang lelang yang nanti mengerjakan. Saya tanting. Panjenengan bisa rampung atau enggak? Ada waktu untuk menyelesaikan dengan catatan tidak menabrak tahun anggaran. 30 November rampung. Mundur toleransi 15 hari tapi ada proses denda. Syukur enggak usah mundur. Silakan dikerjakan dengan baik," ujar Samsi.

Samsi "memgancam" pengembang apabila main-main dengan proyek tersebut maka akan berhadapan dengan 36 kelompok sukarelawan di Kabupaten Karanganyar. Di sisi lain dia memastikan pengembang tidak akan diganggu oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. "Kalau ada yang ganggu proyek ini. Saya yang pertama backing. Komitmen. Kalau Anda [pengembang] lari dari komitmen, 36 sukarelawan dan anggotanya akan Anda hadapi. Jaga proyek ini dengan baik. Jangan diusik. Sepanjang administrasi betul sesuai ketentuan, spek sesuai terukur, dan tidak ada markup," tutur dia saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (7/7/2018).

Pertimbangan lain Pemkab membangun gedung untuk BPBD adalah prestasi sukarelawan di Karanganyar membuat keberadaan BPBD Karanganyar diperhitungkan di tingkat nasional. Salah satunya adalah juara satu pasang tenda. Samsi mengklaim tim BPBD Karanganyar mencatatkan waktu 18 menit. "Sukarelawan di Karanganyar ini diperhitungkan. Juara nasional. Setiap bencana kesiapsiagaan dan tanggap darurat cepat. Tidak hanya minded di Kabupaten Karanganyar. Setiap ada kejadian di luar kabupaten, aktif mengirim," ungkap dia.