3 Kebakaran Bersamaan di Jalan Mojogedang-Karangpandan, Sengaja?

Kondisi mobil Toyota Avanza milik Suroto, warga Sewurejo, Mojogedang, yang terbakar di rumahnya, Senin (9/7 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
09 Juli 2018 17:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga sekitar Jalan Mojogedang-Karanganyar wilayah Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, dibuat gempar pada Senin (9/7/2018) karena ada mobil yang terbakar, tidak hanya satu tapi dua mobil yang berada terpisah jarak sekitar 300 meter.

Tal hanya itu, satu gudang di jalan yang sama namun masuk wilayah Tohkuning, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, juga terbakar pada saat bersamaan. Muncul spekulasi tiga kejadian itu bukan sebuah kebetulan melainkan merupakan kesengajaan alias diduga sengaja dibakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, kegemparan itu dimulai pukul 02.30 WIB. Mobil Toyota Avanza tipe G warna merah marun berpelat nomor H 8579 AL yang diparkir di garasi rumah Suroto, warga Jubleg RT 001/RW 002, Sewurejo, Mojogedang, terbakar. Padahal mobil itu dalam kondisi layak pakai meski sudah diparkir sejak dua pekan terakhir.

Sebelum terbakar, tetangga Suroto, Arga, terbangun dari tidurnya karena anjing piarannnya menggonggong. Rumah Arga bersebelahan dengan rumah Suroto. Saat mengecek keluar rumah, Arga melihat mobil Suroto yang diparkir di garasi tak berpintu sudah terbakar.

Arga kemudian minta tolong ke warga lainnya guna memadamkan kobaran api di mobil Avanza itu. Dalam tempo kurang dari satu jam, kobaran api itu dapat dipadamkan. Mobil milik Suroto mengalami kerusakan parah di bagian depan.

“Saat kejadian, rumah berukuran 6 meter x 12 meter ini dalam kondisi kosong. Bapak tidur di toko kelontong di utara rumah. Tak ada yang tahu penyebab mobil bapak terbakar. Saya meyakini penyebabnya bukan korsleting. Kami sekeluarga juga tak pernah ada masalah dengan warga lainnya. Kalau mobil tak segera dikeluarkan warga dengan peralatan seadanya, rumah milik bapak ini sudah ludes,” kata salah satu anak Suroto, Yanto, 38, saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin.

Salah satu tetangga Suroto, Agus haryanto, 38, mengatakan saat mobil milik Suroto terbakar sempat mengeluarkan ledakan tiga kali. Hal itu sempat mengagetkan warga sekitar.

“Ada tiga ledakan. Mungkin ledakan ban kiri dan kanan bagian depan dan ledakan dari mesin yang sudah terbakar. Semua kaget dengan kejadian ini. Garasi milik Pak Suroto ini memang dalam kondisi terbuka [tidak ada pintunya],” kata Agus.

Mobil lain yang terbakar adalah Rinoto, 39, warga Sentul Gragalan RT 003/RW 001, Sewurejo, Mojogedang. Mobil Mitsubishi Kuda warna biru berpelat nomor AD 9218 BP yang diparkir di teras rumah itu juga terbakar  sekitar pukul 02.30 WIB. Akibatnya, mobil itu rusak di bagian depan.

“Waktu kejadiannya tak jauh berbeda dari kebakaran mobil Pak Suroto. Kebetulan rumah saya dengan Pak Suroto jaraknya sekitar 300 meter. Pemadaman mobil yang dilakukan di tempat Pak Suroto kan diumumkan lewat masjid kampung. Saya juga mendengar hal itu,” kata istri Rinoto, Novi Dwi Suyatmi, 38.

Novi mengaku sempat mendatangi rumah Suroto guna melihat mobil Avanza yang terbakar sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah itu, Novi kembali ke rumahnya pukul 06.30 WIB.

“Begitu balik ke rumah [pukul 06.30 WIB], saya cek mobil di rumah ternyata juga tebakar di bagian depan. Saya jadi ingat saat pukul 02.30 WIB, saya sempat mencium bau sangit. Tapi saya tak berpikir kalau bau itu dari mobil saya. Beruntung apinya mati sendiri sehingga tak merembet ke rumah,” katanya.

Di sisi lain, tempat penyimpanan kayu di rumah milik Pariman, 70, warga Dengkeng RT 002/RW 008, Tohkuning, Karangpandan, juga terbakar pada malam yang sama. Rumah Pariman berjarak kurang lebih 300 meter dari rumah Rinoto.

Di lokasi ini, tumpukan kayu setinggi hampir dua meter terbakar. Beruntung, kobaran api langsung dipadamkan para tetangga Pariman sebelum merembet ke rumahnya.

“Saya memang sudah lama menyimpan kayu bakar [di gudang] di sebelah rumah. Tempat penyimpanan kayu dalam kondisi terbuka. Kalau tak segera dipadamkan mungkin menghanguskan rumah juga. Kejadian di sini juga bersamaan dengan kejadian di rumah Pak Rinoto,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Sewurejo, Suharno, mengaku kaget dengan terbakarnya dua mobil milik warganya dalam tempo hampir bersamaan. “Kami melihat Pak Suroto dan Pak Rinoto ini orangnya baik. Jiwa sosialnya juga bagus. Tak punya masalah dengan yang lainnya. Tapi kenapa kok mobil yang diparkir di depan rumah seperti ini [terbakar]. Kebetulan, rumah Pak Suroto, Pak Rinoto [dan Pak Pariman, warga Karangpandan] berada di Jalan Mojogedang -Karangpandan," jelas Suharno.

Suharno belum tahu apa penyebab kebakaran itu namun dia meyakini kejadian ini tak terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Karanganyar beberapa waktu lalu. "Situasi di sini saat pilkada sangat kondusif,” katanya.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Purbo Adjar Waskito, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, mengatakan masih menyelidiki kasus tersebut. “Kami masih mengumpulkan berbagai bukti sekaligus memintai keterangan para saksi. Kami belum dapat menjelaskan tentang kejadian ini, apakah disengaja atau tidak? Semoga kami dapat mengungkap kasus ini dengan cepat,” katanya.