Sekolah Negeri Solo Kurang Siswa Buka Pendaftaran Offline

Calon siswa melakukan pendaftaran online ke SMAN 1 Klaten, Senin (2/7 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
10 Juli 2018 10:10 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO – SMPN 26 Solo mulai membuka pendaftaran offline untuk mengakomodasi siswa yang belum mendapatkan sekolah. Pendaftaran offline berlangsung selama tiga hari Senin-Rabu (9-11/7/2018). 

“Kuota yang tersedia di SMPN 17 sebanyak 146 siswa. Hasil PPDB  online yang mendaftar sebanyak 132 siswa. Kami masih kekurangan sebanyak 43 siswa,” ujar Kepala Sekolah SMPN 17 Solo, Liestyani Damayanti saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya, Senin (9/7/2018).

Liestyani mengungkapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Solo menginstruksikan sekolah kurang siswa agar bisa mengakomodasi siswa yang belum mendapatkan sekolah. Selain itu, juga memberikan kesempatan siswa luar daerah yang belum dapat sekolah untuk mendaftar.

“Kami mencatat ada 11 siswa yang mendaftar secara offline di SMPN 17 Solo sampai pukul 11.45 WIB. Dari jumlah tersebut dua siswa diketahui berasal dari luar kota yakni Boyolali dan Blora,” kata dia.

Ia menjelaskan sebanyak 11 siswa yang mendaftar secara offline ini diketahui terganjal soal administrasi kependudukan (adminduk) saat PPDB online seperti orang tua baru cerai dan anak ikut ibu. Sementara Kartu Keluarga (KK) baru belum jadi. Siswa yang mau masuk ke SMPN 17 Solo itu tercatat sebagai warga sekitar.

“Kami tidak asal menerima siswa yang mendaftar offline. Siswa yang mendaftar harus membuat surat pernyataan belum pernah mendaftar ke sekolah lain. Siswa yang mendaftar harus membawa SHUN [Surat Hasil Ujian Nasional] dan SKL [Surat Keterangan Lulus] asli,” kata dia.

Ia mengakui satu siswa mendaftar di SMPN 17 menyatakan mundur setelah disodorkan surat pernyataan itu. Siswa tersebut diduga mundur karena sudah diterima di sekolah lain. Panitia PPDB online, lanjut dia, menemukan siswa tidak mendaftar secara online karena orang tua sakit sehingga tidak ada yang mengantar. Kemudian siswa itu baru mendaftar di SMPN 17 Solo sesuai zonasi secara offline.

Ditanya mengenai adanya pelimpahan siswa dari sekolah lain yang kelebihan siswa, Liestyani menjelaskan hal itu pasti ada karena sesuai instruksi sekolah kelebihan pendaftar akan dilimpahkan ke sekolah yang kurang. Pembagian siswa nanti yang mengatur langsung Disdik dengan tetap mempertimbangan zonasi. Kalau zonasi sudah terpenuhi dan sekolah masih kurang siswa boleh meloncat zonasi.

Humas SMPN 26 Solo, Sutopo, mengungkapkan SMPN 26 Solo kembali membuka pendaftaran siswa baru secara offline. Pendaftaran dibuka kembali untuk memenuhi kekurangan siswa.

“Kami mencatat sampai pukul 14.00 WIB sudah ada sebanyak 21 siswa mendaftar secara offline. SMPN 26 Solo saat ini kekurangan sebanyak 116 siswa dari kuota tersedia 168 siswa. Siswa luar kota juga boleh mendaftar,” kata dia.

Ia menambahkan sebagian besar siswa yang mendaftar belum diterima di sekolah manapaun dengan dibuktikan SHUN dan SKL asli. Selain itu, mereka mendaftar offline karena terganjal masalah adminduk saat PPDB  online. Pendaftaran offline dibuka sampai tanggal 11 Juli. Namun, kalau batas waktu itu masih ada kurang siswa pendaftaran bisa diperpanjang.

“Sebagian besar siswa yang mendaftar offline ini adalah siswa yang tidak diterima di sekolah pilihan zona satu. Kemudian pilihan zona dua dan tiga tidak diisi. SHUN dan SKL asli menjadi syarat utama mendaftar offline. Kami tidak bisa menerima siswa kalau syaratnya tidak lengkap meskipun kondisi sekolah kurang siswa,” kata dia.

Sekretaris Disdik Kota Solo, Unggul Sudarmo, menargetkan 12 SMPN kurang siswa selesai sebelum tahun ajaran baru 2017/2018 dimulai yakni tanggal 16 Juli. Disik meminta kepada sekolah agar tidak memaksakan diri harus memenuhi kuota.

“Wali Kota Solo sudah memperingatkan sekolah saat evaluasi PPDB  online agar tidak memaksakan diri mencari siswa baru. Kalau kuota satu kelas 28 siswa, tetapi hanya dapat 20 siswa tidak masalah. Proses belajar masih bisa berjalan,” kata dia.

Disdik, lanjut dia, sudah punya data siswa yang tidak diterima di sekolah zona pilihan 1. Siswa ini akan dialihkan ke sekolah yang kurang siswa. Ia menjelaskan siswa yang sudah dapat sekolah tidak boleh mencabut berkas. Pendaftaran di sekolah yang kurang siswa boleh meloncat zonasi.

“Syarat pendaftaran di sekolah yang kurang siswa harus membawa SHUN dan SKL asli. Kami melarang sekolah asal memperbolehkan siswa mencabut berkas kalau tidak ada alasan jelas. Kalau banyak siswa mencabut berkas akan menjadi kacau,” kata dia. 

Tokopedia