Masjid Balai Kota Solo Dibongkar, Salat Jumat Pindah ke Pendapi Gede

Masjid Baitul Hikmah Balai Kota Solo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
10 Juli 2018 16:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rencana renovasi Masjid Baitul Hikmah di kompleks Balai Kota Solo segera dikerjakan. Selama proyek  berlangsung, Pemkot akan mengalihkan pelaksanaan Salat Jumat ke Pendapi Gede Balai Kota.

Bangunan masjid akan dirobohkan dan dibangun ulang mulai bulan ini. Pembangunan ini diselaraskan dengan penataan kawasan Jenderal Sudirman dan Pendapi Gede Balai Kota Solo.

“Penataan plasa atau halaman depan Balai Kota sudah selesai, selanjutnya ke masjid," kata Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Achmad Purnomo kepada wartawan, Senin (9/7/2018).

Rencananya masjid akan berkonsep seperti Pendapi Gede Balai Kota Solo, yakni klasik atau bangunan  Jawa. Kondisi masjid Balai Kota saat ini dinilai sudah terlalu kecil untuk menampung jemaah salat, terutama Salat Jumat.

Nantinya masjid dibangun berkapasitas 500-an orang. “Masjid akan dibangun dua lantai, karena tidak memungkinkan lahannya jika diperluas," kata dia.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Solo Heru Sunardi mengatakan masjid Balai Kota  selama ini tidak hanya menampung jemaah salat dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Solo. Masyarakat umum dan karyawan kantor tak jauh dari Balai Kota juga kerap salat di masjid tersebut.

Menurutnya, usulan pembangunan  masjid sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun baru terealisasi tahun ini. “Selama bangunan masjid dibongkar dan dibangun ulang, nanti salat berjamaah dilaksanakan di sebelah kantin sedangkan untuk salat Jumat di Pendapi Gede," katanya.

Pembangunan masjid tersebut mendesak direalisasikan. Hal ini dikarenakan kapasitas masjid yang semakin terbatas, terutama saat pelaksanaan Salat Jumat. Jemaah Salat Jumat tidak hanya dari ASN, melainkan juga karyawan swasta lain di sekitar lingkungan Balai Kota.

“Bakul dan pengunjung Pasar Gede juga Salat Jumat di sini [Balai Kota]. Jadi kalau Jumatan sampai luber-luber, sampai dikenal jemaah paving,” katanya.

 

Tokopedia