Renovasi Stadion Manahan, PKL Sunday Market Tetap Dilarang Jualan

Stadion Manahan Solo. (Solopos/Hanifah Kusumastuti)
10 Juli 2018 18:15 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menegaskan para pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan tetap dilarang berjualan selama proses renovasi dan pengembangan Stadion Manahan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ia menyatakan tak bisa memenuhi seluruh tuntutan pedagang karena berbagai keterbatasan.

Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu mengatakan proyek pembangunan Stadion Manahan  bakal dimulai sesuai jadwal kontraktor yang mengerjakan. Hal itu tergantung kontraktor. "Kalau yang mau mengerjakan hari ini, ya kami akan melakukan hal yang mendukung pekerjaan itu," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (10/7/2018) pagi.

Rudy menegaskan pada Agustus ruang parkir selatan Stadion Manahan masih dapat digunakan. Namun terkait keberadaan pedagang Sunday Market, Rudy meminta mereka tutup selama proyek berlangsung. Ia tak menerima alasan apa pun dari pedagang yang tetap ingin berjualan di lokasi yang menurut mereka aman saat proyek berlangsung.

"Walau wilayah aman, nanti kalau ada apa-apa bagaimana? Wong ada alat berat dan sebagainya, itu risiko. Kalau di situ dikategorikan harus steril, ya steril," terang Rudy.

Rudy mengatakan tak bisa merelokasi para pedagang di sekitar stadion atau pun memberikan solusi bagi para pedagang. "Kami tak punya lahan di Manahan. Kalau Minggu, yang tidak wajib steril, dipakai boleh," tuturnya.

Menurutnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang selama ini menangani pedagang Sunday Market akan berkoordinasi dengan pedagang. Yang pasti, ia tak menjanjikan bisa mengakomodasi seluruh keinginan masyarakat yang berkepentingan dengan Stadion Manahan.

Ketua Serikat Pekerja Minggu Pagi Manahan (SPMPM) Sunday Market, Joko Santoso alias Yuli de Santos, saat dimintai tanggapan Espos, Selasa, menyatakan akan melihat kondisi lapangan terlebih dahulu. Menurutnya, tempat mereka berjualan tidak mengganggu aktivitas pembangunan.

"Jadi Insya Allah bisa buat jualan. Itu harapan semua pedagang Sunday Market Manahan. Kami ingin tetap bisa berjualan seperti biasa," ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto, meminta Pemkot Solo memberikan kejelasan kepada para pedagang. Ia merasa kasihan kepada pedagang yang harap-harap cemas mengenai kepastian kebolehan berjualan selama proyek berlangsung.

"Kepastian itu penting bagi pedagang agar mereka bisa menyiapkan strategi penggantinya kalau terpaksa tak boleh berjualan. Misalnya mau jualan di mana? Mulai kapan dan sebagainya," ungkap politikus PKS tersebut.

 

Tokopedia