Proyek Jalan Sragen Rp307 Miliar Dimulai

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, melakukan groundbreaking proyek peningkatan jalan Pilang-Baok, Ngrampal, Sragen, Senin (9/7 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
10 Juli 2018 09:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meletakkan cor perdana (groundbreaking) lima proyek peningkatan jalan 2018 di Kecamatan Gemolong, Plupuh, dan Sragen, Senin (9/7/2018).

Nilai anggaran untuk proyek peningkatan jalan di Sragen tahun ini terbilang besar yakni Rp300 miliar. Berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com, lima proyek yang groundbreaking itu yaitu peningkatan jalan Desa Jatibatur-Klentang (Gemolong), peningkatan jalan Desa Dari-Gedongan (Plupuh), peningkatan jalan Gedongan-Pungsari (Plupuh), peningkatan jalan Pilang-Baok (Ngrampal), serta peningkatan jalan Baok-Karangudi (Ngrampal).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Marija, mengatakan anggaran infrastruktur tahun ini terbesar sepanjang sejarah Sragen. Bila pada 2017 nilai anggaran pembenahan infrastruktur jalan tercatat Rp166 miliar, tahun ini menjadi Rp307.316.298.000.

Peningkatan nilai anggaran itu lantaran Pemkab Sragen berutang Rp200 miliar untuk pembenahan infrastruktur  menyeluruh. "Anggaran pembangunan dan pembenahan infrastruktur tahun ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Sragen. Nilainya Rp307,3 miliar yang kami bagi menjadi 74 paket jalan dan enam jembatan. Semua sudah dilelang dan sedang mulai dikerjakan," ujar dia.

Marija menjelaskan semua paket infrastruktur jalan ditargetkan rampung pada September-Oktober 2018. Sedangkan paket pembangunan jembatan ditargetkan selesai November-Desember 2018. Sistem pengawasan akan dioptimalkan agar kontraktor bisa memenuhi target.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan pembenahan infrastruktur yang digencarkan Pemkab Sragen merupakan program prioritas yang harus segera dituntaskan. Program itu menurut dia merupakan respons atas keluhan masyarakat di berbagai wilayah.

Yuni, panggilan akrab Bupati, berharap masyarakat ikut mengawasi pengerjaan setiap proyek infrastruktur  daerah. Bila ada proyek mandek atau tak sesuai spesifikasi segera laporkan ke Pemkab Sragen.

"Mari kita awasi pengerjaan proyek ini agar benar-benar sesuai harapan," ajak dia.

Yuni meminta kepada seluruh kontraktor agar bekerja sungguh-sungguh sesuai bestek atau spesifikasi yang sudah ditentukan. Tujuannya agar infrastruktur jalan yang dibangun bisa tahan lama. "Perhatikan juga tenggat waktu pengerjaannya, jangan sampai molor," imbuh dia.

Ihwal dampak dari aktivitas pengerjaan proyek, Yuni meminta agar masyarakat bersabar. Dengan adanya aktivitas proyek, aktivitas masyarakat pasti sedikit banyak terganggu karena akan muncul debu dan jalur utama mereka lewat ditutup atau menjadi lebih sempit.

Lima proyek jalan yang mulai dikerjakan di Sragen:
1. Peningkatan jalan Jatibatur-Klentang, Gemolong, senilai Rp5.404.471.000
2. Peningkatan jalan Dari-Gedongan, Plupuh, senilai Rp5.412.448.000
3. Peningkatan jalan Gedongan-Pungsari, Plupuh, senilai Rp4.918.387.000
4. Peningkatan jalan Pilang-Baok, Ngrampal, senilai Rp5.055.759.000
5. Peningkatan jalan Baok-Karangudi, Ngrampal, senilai Rp3.752.929.000
Sumber: Dinas PUPR Sragen