9 SMPN Boyolali Kekurangan Siswa Baru

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
10 Juli 2018 05:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali mencatat ada sembilan SMP negeri di wilayah itu yang masih kekurangan siswa hingga proses Penerimaan Peserta Didik Baru  (PPDB) ditutup, Jumat (6/7/2018) lalu. Sebagian besar sekolah tersebut berada di wilayah kecamatan yang jauh dari pusat kota Boyolali.

Kabid SMP Disdikbud Boyolali, Lasno, mengatakan sekolah yang kekurangan siswa tersebut adalah SMPN 2 Nogosari, SMPN 3 Juwangi, SMPN 2 Juwangi, SMPN 2 Wonosegoro, SMPN 3 Musuk, SMPN 2 Selo, SMPN 4, Ampel, SMPN 2 Sambi, dan SMPN 4 Mojosongo.

“Dari hitungan kasar kami, SMP-SMP tersebut masih kekurangan siswa. Sedangkan SMP lain relatif terpenuhi siswanya. Paling-paling hanya kurang beberapa orang dikarenakan ada yang tidak mendaftar ulang karena memilih MTs atau SMP swasta,” ujarnya kepada Solopos.com, Senin (9/7/2018).

Menurut pengamatannya, kekurangan siswa di sekolah itu disebabkan antara lain jumlah lulusan SD/MI yang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. “Analisis sementara kami adalah karena memang jumlah anak usia lulusan SD/MI ini lebih sedikit. Mungkin program KB [Keluarga Berencana] berhasil,” imbuhnya.

Kemungkinan lain adalah minat siswa lulusan SD/MI di Boyolali untuk melanjutkan sekolah ke MTs, baik negeri maupun swasta, semakin tinggi. Dia memberikan gambaran, lulusan SD/MI 2018 di Boyolali sekitar 15.000 siswa. Sedangkan yang mengikuti pendaftaran PPDB SMP sekitar 9.000 lulusan.

“Ini berarti ada selisih angka 5.000-6.000 anak dan mungkin mereka masuk ke MTs atau SMP swasta. Kemungkinan lainnya banyaknya sekolah di Boyolali sehingga masing-masing sekolah juga harus bersaing untuk mendapatkan murid.”

Sementara itu, meskipun banyak SMP yang kekurangan siswa, hingga saat ini pihaknya belum mewacanakan merger. Hal ini didasarkan atas kondisi wilayah di mana jarak antar-SMP di daerah sangat jauh sehingga jika salah satu sekolah ditutup untuk dimerger, siswa harus bersekolah di SMP lain yang jaraknya sangat jauh dari rumah.



Tokopedia