Narkoba Boyolali: Kurir Sabu-Sabu dalam Mainan Anak Dijanjikan Rp1 Juta

Kasat Narkoba Polres Boyolali AKP Arifin Suryani (kanan) menunjukkan tersangka penyelundupan 100 gram sabu-sabu dari Bangkok, Thailand, Senin (9/7 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
10 Juli 2018 07:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Dua kurir narkoba yang ditangkap terkait penyelundupan sabu-sabu  dalam mainan anak-anak di Boyolali mengaku tidak saling kenal. Keduanya, yakni M. Irsyad Kamil, 23, dan Alex Rohim, 23, warga Demak, ditangkap di Jl. Pandanaran, Boyolali, setelah mengambil paket di Kantor Pos Boyolali, Rabu (4/7/2018).

Sabu-sabu seberat 100 gram yang diselundupkan dengan memasukkannya dalam mainan anak-anak itu diketahui dari Bangkok, Thailand. Skenario pengambilan barang di Kantor Pos dan pengirimannya dikendalikan seseorang melalui telepon.

Irsyad dan Alex mengaku mendapat perintah mengambil barang itu dari Fery yang menurut mereka merupakan narapidana kasus narkoba yang sedang menjalani hukuman di LP Kedungpane, Semarang. “Saya dapat telepon dari Fery, katanya suruh ambil paket mainan anak di Boyolali. Karena saya tidak punya KTP untuk lampiran surat kuasa, saya ajak teman saya Alex yang punya KTP untuk ikut,” kata Irsyad kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Senin (9/7/2018).

Irsyad mengaku hanya diperintah Fery untuk mengambil barang tanpa tahu tujuan barang tersebut selanjutnya. “Pokoknya diambil dulu di Boyolali. Kalau sudah diambil, saya akan dihubungi lagi oleh Fery untuk mengantar ke seseorang di Semarang,” imbuh Irsyad yang mengaku dijanjikan imbalan Rp1 juta oleh Fery.

Setelah barang diambil dari Kantor Pos Boyolali dan belum sempat diantar ke Semarang, keduanya yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy H 5811 ALE itu ditangkap polisi. Di tempat terpisah, Arif Wicaksono, warga Semarang, juga mendapat perintah dari Fery melalui telepon untuk menunggu paket mainan anak yang akan dikirim dari Boyolali (yang sedianya dibawa Irsyad dan Alex).

Irsyad dan Alex yang sudah ditangkap polisi tetap menjalani skenario hingga mereka ditelepon oleh Fery agar menemui Arif Wicaksono di sekitar SPBU di Jl. Puspowarno, Semarang, untuk menyerahkan sabu-sabu  dalam mainan anak-anak tersebut. Saat itulah, Arif yang datang mengemudi mobil Toyota Calya H9302 EQ juga ditangkap polisi.

Kepada wartawan, Arif mengaku mengenal Fery tetapi tidak mengenal Irsyad dan Alex serta tidak mengetahui mainan anak-anak tersebut berisi sabu-sabu. “Saya kenal Fery. Makanya ketika saya diminta menerima paket mainan anak ya oke saja. Tapi saya memang tidak tahu siapa yang akan mengirimkan kepada saya. Saya juga tidak tahu isinya dan tidak tahu akan dikirimkan kepada siapa nantinya barang itu. Saya hanya menunggu perintah Fery,” akunya.

Meski sudah menyanggupi permohonan bantuan dari Fery, Arif mengaku belum mendapatkan janji imbalan. Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Boyolali AKP Arifin Suryani mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan saat ini masih terus menyelidiki kasus tersebut. “Masih terus kami dalami,” ujar Arifin didampingi Kasubbag Humas AKP Edy Lilah.