Jalur Andong-Kemusu dalam Perbaikan, Kendaraan Besar Dilarang Lewat

Ilustrasi jalan dan jembatan rusak (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
10 Juli 2018 14:15 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Kendaraan besar, seperti truk bermuatan pasir dan truk tronton, untuk sementara waktu dilarang melintasi jalan raya Andong-Kemusu wilayah Dukuh Ngleban, Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Boyolali. Di lokasi tersebut sedang dimulai proses perbaikan jalan  yang longsor beberapa waktu lalu.

Wakapolsek Kemusu, Iptu Basori, menjelaskan kendaraan-kendaraan besar dan bermuatan pasir saat ini harus memutar jika hendak ke Juwangi, Kemusu, atau sebaliknya. Mereka bisa melintasi sejumlah jalan alternatif yang tersebar di Kecamatan Andong maupun Wonosogoro.

"Kalau kendaraan kecil dan sedang masih diperbolehkan dengan sistem buka tutup. Namun, kalau kendaraan besar seperti truk bermuatan pasir dan tronton dilarang karena berbahaya," jelasnya kepada Solopos.com, Senin (9/7/2018).

Lebih jauh ia menjelaskan kendaraan dari arah selatan yang hendak ke Kemusu atau Juwangi ada dua pilihan jalan alternatif. Pertama, melintasi jalan  Kacangan-Pasar Gejigan-Koripan-Sarimulyo-Kemusu.

"Jalannya memang rusak agak jauh, namun itu pilihan yang paling memungkinkan dalam situasi seperti ini untuk kendaraan dari arah Andong yang akan ke Kemusu," jelasnya.

Sedangkan jalan alternatif kedua ialah melintasi Wonosegoro. Perlintasan alternatif ini diperuntukkan kendaraan dari Arah Klego atau Karanggede. Rutenya Wonosegoro-Guo-pertigaan Kali Telawa-Genengsari-Klewor.

Meski lumayan jauh, jalan ini relatif lebih bagus jika hendak ke Kemusu. "Begitu pun sebaliknya, kendaraan dari arah utara yang hendak ke selatan juga harus melintasi jalan itu," terangnya.

Basori menerangkan truk pasir yang masih kosong tetap bisa melintasi jalan Klewor. Namun, ketika bak truk sudah mengangkut pasir dilarang melintasi jalan Klewor. "Untuk sementara ini, sistem buka tutup diatur oleh pemuda desa setempat," jelasnya.

Seperti diketahui, jalan  utama penghubung wilayah kecamatan Andong-Kemusu-Juwangi, tepatnya di Dukuh Ngleban, Desa Klewor, Kemusu, tengah diperbaiki menyusul insiden longsor beberapa waktu lalu. Akibat longsor itu, ekonomi warga setempat saat ini tersendat lantaran truk-truk besar dan tronton pengangkut material dan mebelair milik warga tak bisa melintasi jalan tersebut.

Anggaran untuk perbaikan jalan longsor tersebut sekitar Rp1,5 miliar. Perbaikan jalan untuk satu lokasi itu diakui memang cukup menyedot dana besar. Perbaikan harus diawali dengan menancapkan paku bumi agar tak terjadi longsor susulan.