LEU Mart Rambah Klaten, 380 TokoMU Segera Dibuka

Direktur Utama PT LEU Ritel Indonesia, Bambang Wijanarko (kiri), memaparkan soal TokoMU di Gedung Sierad, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah, Minggu (8/7 - 2018). (Istimewa/Muh. Nur)
10 Juli 2018 21:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- PT Lembaga Ekonomi Umat (LEU) Mart akan membuka 380 TokoMU di Klaten. Rencana pembukaan TokoMU lewat gerakan “Satu Ranting, Satu TokoMU” itu disosialisasikan oleh pengelola lembaga tersebut di Gedung Sierad, Kelurahan Kabupaten, Klaten  Tengah, Minggu (8/7/2018).

Direktur Utama PT LEU Ritel Indonesia (LEU Mart), Bambang Wijanarko, mengatakan LEU Mart siap memberikan fasilitas kepada mitra (masyarakat/umat) termasuk pendampingan hingga toko berdiri mandiri. Produk-produk yang dijual di TokoMU menggunakan sistem konsinyasi. Artinya, semua risiko dan pajak ditanggung PT LEU Mart.

Khusus peralatan berupa rak dan barcode scanner harus membeli. Namun, biasanya hal itu ditalangi terlebih dahulu oleh persyarikatan.

“Program ini produknya konsinyasi. Semua risiko dan pajak kami yang tanggung. Kami juga siap beri pelatihan dan pendapingan sampai sukses,” kata dia saat ditemui Solopos.com sesuai sosialisasi di Gedung Sierad, Kelurahan Kabupaten, Klaten  Tengah, Minggu.

Menurut Bambang, bisnis ritel akan terus berkembang kendati semakin banyak orang yang menggarap sektor ini. Bisnis ini akan terus hidup dan berkembang selama orang masih butuh barang-barang konsumsi.

“Kuncinya untuk sukses di usaha ritel ada tiga: harga kompetitif, produk berkualitas, dan pelayanan memuaskan. Kalau salah satu tidak terpenuhi, ambruk usahanya. Di TokoMU harga kami bersaing,” beber dia.

Ia menjelaskan kewajiban ranting dalam pendirian TokoMU adalah menyediakan tempat. Hal ini dinilai tidak memberatkan karena bisa dilakukan dengan menyewa, meminjam rumah pimpinan ranting, meminjam pihak ketiga, hingga wakaf produktif. TokoMU merupakan pengembangan dari 20 unit LEU Mart yang sudah berdiri di Jakarta.

“Kalau satu toko sudah sukses, ranting boleh bikin toko baru,” kata pria yang juga menjabat Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM).

Pengurus Ranting Gading, Desa Belangwetan, Klaten  Utara, Anshori, mengatakan keberadaan TokoMU dari LEU Mart diharapkan bisa mendukung kemajuan WarungMU yang dirintis pengurus ranting Gading. WarungMU didirikan dengan 40 persen saham ditawarkan kepada umat.

Saham itu dibagi menjadi 200 lembar saham masing-masing senilai Rp1 juta. Pemegang saham dikenai kewajiban belanja di WarungMU miminal Rp200.000 per bulan. Hasilnya, sejak pertama didirikan pada April lalu dengan omzet Rp100 juta berkembang menjadi Rp150 juta per bulan.

“Artinya gayung bersambut. Saya menunggu betul ini. Kami berharap bisa dikembangkan ke ranting-ranting lain supaya ikut bikin TokoMU,” ujar dia.