Feeder BST Serobot Penumpang Karanganyar, Ini Tanggapan Dishub Solo

Wakapolsek Karangpandan, Ipda Eko Budi Hartono, berbincang dengan awak bus di Terminal Karangpandan, Karanganyar, Selasa (10/7 - 2018). (Istimewa/Polres Karanganyar)
10 Juli 2018 20:10 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar langsung menghubungi Dishub Solo terkait sopir feeder Batik Solo Trans (BST) yang dianggap menyerobot penumpang di Karanganyar, Selasa (10/7/2018).

Kepala Dishub PKP Karanganyar, Sundoro, menyampaikan sudah berkoordinasi melalui telepon dengan Kepala Dishub Solo setelah kejadian itu. Komunikasi ditindaklanjuti Dishub Solo dengan mengirimkan Kepala UPT Transportasi Dishub Solo, Yulianto Nugroho. Hasil penelurusan mereka, sopir feeder BST tercatat sebagai warga Tawangmangu.

Sopir itu mengangkut penumpang dalam perjalanan ke Solo untuk melayani penumpang di Solo. "Unjuk rasa itu karena ada angkutan BST beroperasi di Karanganyar. Dia [sopir] orang Karanganyar. Kendaraannya dibawa pulang. Sekalian berangkat ke Solo dia menarik penumpang. [Kendaraan dan sopir] Sudah diamankan di Polres. Ini koordinasi dengan Dishub Solo dan menenangkan pengemudi," ujar Sundoro kepada wartawan di Karanganyar, Selasa.

Sundoro berharap Dishub Solo membina pengusaha dan sopir angkutan yang memiliki trayek di Solo. Kepala UPT Transportasi Dishub Solo, Yulianto Nugroho, mengaku sudah mendengar keluhan dari sejumlah pihak tentang pelanggaran trayek tetapi tidak ada laporan resmi ke Kantor Dishub Solo.

"Nanti kami koordinasikan dengan Kabupaten Karanganyar. Kami tindaklanjuti dengan membimbing sopir, pengusaha angkutan, dan lain-lain. Sopir angkutan umum [feeder BST] itu dari luar Solo juga banyak," ujar dia saat berbincang dengan wartawan di ruang kerja Kepala Dishub PKP Karanganyar.

Selain persoalan pelanggaran trayek, Sundoro juga mendapat aduan tentang keberadaan mobil pelat hitam yang mengangkut penumpang di Tawangmangu-Sarangan maupun Tawangmangu-Solo. Awak bus PO trayek Karanganyar meminta Dishub PKP menertibkan angkutan tidak berizin. Selain itu, mereka menawarkan solusi terkait angkutan pelat hitam.

"Informasi yang saya dengar itu bus karyawan tapi menarik penumpang. Kami tindak lanjuti. Nah, mereka ini minta mobil plat hitam itu kalau bawa penumpang dari Sarangan atau Ngargoyoso hanya sampai Terminal Karangpandan lalu ganti bus ke Solo. Jangan langsung diangkut ke Solo. Berbagi rezeki lah," jelas Sundoro.

Surat Tilang

Dia menyampaikan Dishub PKP akan memfasilitasi keluhan terhadap angkutan pelat hitam. Sementara itu, Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Ahdi Rizaliansyah, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan polisi menilang pengemudi feeder BST.

"Kendaraan tidak sesuai trayek dan kendaraan BST sementara kami tilang karena tidak sesuai trayek. Kami sudah koordinasi dengan Dishub PKP Karanganyar agar ditindaklanjuti perihal permasalahan itu. Trayek angkutan itu kan ranah Dishub PKP," ujar Ahdi saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Sebagaimana diinformasikan sopir angkutan dan bus di Karanganyar mogok massal pada Selasa setelah mendapati ada sopir angkutan feeder BST yang mengangkut penumpang di Karanganyar. Para sopir merasa penumpang mereka diserobot.


Tokopedia