Dapat Air dari Seropan, Ratusan Keluarga Pracimantoro Bebas dari Krisis

ilustrasi air PDAM. (Solopos/Dok)
10 Juli 2018 15:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Sari Wonogiri memastikan air dari sumber Seropan, Gunung Kidul, DIY, sudah mengalir ke pipa utama. Air itu bisa dimanfaatkan ratusan keluarga di Desa Watengrejo dan Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, sehingga mereka bisa terbebas dari krisis air bersih  saat kemarau.

Direktur PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri, Sumarjo, saat ditemui Solopos.com di Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Senin (9/7/2018), mengatakan air dari Seropan yang dialirkan ke Watangrejo dan Gambirmanis dapat menjangkau lebih dari 800 keluarga. Perinciannya, potensi di Watangrejo lebih kurang 500 sambungan rumah (SR) di Dusun Masan dan Dusun Klancing, sedangkan potensi di Gambirmanis lebih kurang 300 SR di Dusun Gambiranom, Dusun Suruhan, dan Dusun Karang.

Hingga Juli ini sudah ada 23 keluarga dari Masan dan Klancing yang menjadi pelanggan dan memasang SR. “Kami mengutamakan penyambungan ke rumah yang dekat dengan pipa utama dulu. Semua sudah siap, air sudah mengalir sampai Gambirmanis. Kalau ada yang mendaftar akan langsung kami layani,” kata Sumarjo.

Dia menjelaskan PDAM memberikan tarif khusus untuk warga Watarengjo dan Gambirmanis yang menghadapi krisis air  setiap kemarau. Biaya pemasangan hanya Rp900.000 atau lebih murah dari tarif reguler Rp1,25 juta.

PDAM juga memberi harga khusus penggunaan air dengan tidak menerapkan abonemen. Biasanya pelanggan diberi tarif berdasar kuota minimal 10 meter kubik (m3). Digunakan atau tak digunakan, tarif air sebesar kuota tersebut.

“Untuk warga Watangrejo dan Gambirmanis cukup membayar Rp9.000/m3. Tarif itu jauh lebih murah dibanding membeli air bersih. Biasanya warga membeli satu tangki air bersih berkapasitas 5 m3/bulan. Harganya sekarang Rp200.000/tangki. Kalau menggunakan PDAM berarti hanya perlu mengeluarkan Rp45.000/bulan,” ucap Sumarjo.

Dia meyakini air bersih PDAM bisa menjadi solusi kekeringan yang kerap melanda warga dua desa tersebut. Jauh sebelumnya, PDAM mengembangkan pemanfaatan air bersih dari Seropan untuk warga beberapa desa lain di Pracimantoro, seperti Desa Glinggang.

Sumarjo mencatat PDAM telah melayani 1.100 sambungan yang meliputi 1.008 SR dan 92 hidran umum. Kepala Desa (Kades) Gambirmanis, Sunardi, bersyukur proyek pemasangan pipa yang sempat tak rampung pada 2016 akhirnya bisa selesai pada 2017.

Setelah selesai, air bersih dari Seropan bisa dialirkan. Saat ini pemanfaatannya dikelola PDAM. Menurut dia, warga desa sudah sangat lama menunggu ada solusi permanen untuk mengatasi kekeringan  yang melanda setiap kemarau.

Kondisi itu memaksa warga harus menghemat air. Tak jarang warga mandi hanya menggunakan air seember kecil. Warga justru lebih mengutamakan air untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak. Bagi warga hewan ternak adalah harta paling berharga yang sewaktu-waktu bisa dijual.

“Sebelumnya PDAM sudah memberi sosialisasi. Warga sudah banyak yang mendaftar,” ulas Kades.

Proyek pemasangan pipa air bersih yang melewati Watangrejo dan Gambirmanis sempat mangkrak beberapa lama karena pekerjaan mandek. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menggelar proyek dengan anggaran Rp4,5 miliar pada 2016. Namun, capaian pekerjaan hanya 48,36 persen. Proyek dilanjutkan 2017 dengan anggaran Rp2,3 miliar.



Tokopedia