2 Hari PPDB Offline, 8 SMPN Solo Masih Kekurangan Siswa

Ilustrasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) offline. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
11 Juli 2018 13:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sedikitnya delapan SMP negeri (SMPN) di Kota Bengawan masih kekurangan siswa  meski telah membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara offline selama dua hari, Senin-Selasa (9-10/7/2018). Sekolah yang kekurangan siswa akan membuka pendaftaran sampai Jumat (13/7/2018).

Delapan SMPN itu yakni SMPN 17, SMPN 25, SMPN 26, SMPN 15, SMPN 13, SMPN 24, SMPN 21, dan SMPN 22. SMPN 3 Solo yang sempat kekurangan 110 siswa sudah terpenuhi kuotanya.

“Sejak PPDB online ditutup 5 Juli kami kekurangan 110 siswa. Kemudian kami membuka pendaftaran offline sejak Senin kemarin. Sehari membuka pendaftaran kuota yang kurang langsung penuh sehingga panitia PPDB langsung menutup pendaftaran,” ujar anggota panitia PPDB offline SMPN 3 Solo, Ali, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (10/7/2018).

Ali mengungkapkan sebagian besar siswa yang mendaftar offline merupakan siswa yang belum mendapatkan sekolah saat PPDB online. Panitia memberlakukan syarat berupa Surat Hasil Ujian Nasional (SHUN) asli dan membuat surat pernyataan belum pernah mendaftar di sekolah lain.

“Kami tidak bisa menerima siswa yang tidak mambawa SHUN asli meskipun kami kekurangan siswa. SHUN asli menjadi syarat mutlak bagi siswa yang akan mendaftar offline,” kata dia.

Ia mengakui pendaftaran offline pada Senin sempat overload pendaftar. Ada 134 siswa yang mendaftar sementara kekurangan siswa hanya 110 orang. Panitia PPDB offline langsung membuat kebijakan yang diterima hanya siswa asli Solo. Setelah itu baru mempertimbangkan siswa dari luar Solo dan terakhir berdasarkan ranking.

“Sesuai prosedur aturan PPDB offline dari Disdik aturannya seperti itu. Jadi tidak ada jaminan siswa diterima kalau syaratnya tidak lengkap. Kami langsung meminta siswa yang baru diterima di jalur PPDB offline untuk segera mendaftar ulang,” kata dia.

Ia menambahkan ada satu siswa yang mencabut berkas PPDB online dengan alasan sekolah di Jakarta mengikuti kedua orang tuanya. SMPN 3 Solo memberikan rekomendasi kepada siswa itu karena alasannya jelas dan dapat diterima sekolah.

“Kami mencatat ada sepuluh siswa dari luar kota mendaftar PPDB offline di SMPN 3 Solo. Siswa yang tidak diterima langsung direkomendasikan ke SMPN yang masih kurang,” kata dia.

Ketua Panitia PPDB SMPN 10 Solo, Sigit Admoko Putro, mengungkapkan SMPN 10 Solo kekurangan 42 siswa setelah PPDB online ditutup. Panitia membuka PPDB offline untuk mengakomodasi siswa dalam kota dan luar kota belum mendapat sekolah.

“Senin kemarin siswa mendaftar offline ada 31 siswa. Kemudian pada hari kedua siswa mendaftar sebanyak 11 siswa sehingga sekarang kuotanya sudah penuh. Kami langsung menutup pendaftaran offline,” kata dia.

Ia menjelaskan siswa yang mendaftar offline syaratnya sama dengan sekolah lainnya yakni harus membawa SHUN asli. Siswa yang tidak membawa SHUN asli tidak bisa diterima di sekolah SMPN 10 Solo.

Kepala Sekolah SMPN 17 Solo, Liestyani Damayanti, mengungkapkan sebanyak 103 siswa siswa telah pendaftaran PPDB online di SMPN 17 Solo. Sementara kuotanya 146 siswa sehingga masih kekurangan 43 siswa.

“Sampai Selasa pukul 14.00 WIB masih kekurangan 22 siswa setelah dibuka pendaftaran offline. Kami masih membuka pendaftaran offline sampai besok. Siswa yang msih belum mendapatkan sekolah bisa mendaftar langsung ke SMPN 17 Solo,” kata dia.

Pejabat Humas SMPN 26 Solo, Sutopo, mengungkapkan ada tujuh siswa yang mendaftar offline di SMPN 26 Solo sampai Selasa pukul 14.00 WIB. Sekolah itu masih kekurangan 107 siswa.

“Kami akan kembali membuka pendaftaran besok. Pendaftaran hari kedua ini relatif sepi dibandingkan hari Senin kemarin,” kata dia, Selasa.

Ia menjelaskan siswa dari luar kota Solo ada yang mendaftar di SMPN 26 Solo. Siswa yang tidak membawa SHUN tidak bisa mendaftar. Kalau tidak bisa menunjukkan SHUN asli, patut diduga siswa itu sudah mendaftar di sekolah lain.

Kepala SMPN 25 Solo, Sri Rahayu, mengungkapkan sampai pukul 14.00 WIB, Selasa, masih kekurangan 90 siswa. Panitia masih membuka pendaftaran offline sampai 13 Juli.

Anggota Panitia PPDB Online Disdik Solo, Arip Wisnugroho, mengungkapkan menurut informasi sementara ada sekitar delapan sekolah yang kekurangan siswa. Sekolah mana kekurangan siswa masih didata.

“Pendaftaran offline masih dibuka sampai 13 Juli. Kami meminta siswa yang belum mendapat sekolah segera mendaftar ke sekolah bersangkutan dengan membawa SHUN asli,” kata dia.