Jembatan Trombol Sragen Akhirnya Dibangun

Warga Dukuh Ngunut, Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Sragen, melintasi Jembatan Trombol darurat yang terbuat dari sesek bambu dengan mengendarai motor. Foto diambil 2017 lalu. (Solopos/Tri Rahayu)
11 Juli 2018 08:30 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Setelah menunggu sejak 2012, warga Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Sragen, akhirnya lega setelah mendapatkan kabar dua jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Mondokan dan Kecamatan Sukodono itu segera dibangun tahun ini. Warga tidak lagi bersusah payah mengganti jembatan sesek berbahan bambu setiap dua bulan sekali selama enam tahun.

Hal itu disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Trombol, Bambang Tugiyono, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (10/7/2018). Bambang bersyukur dua jembatan yang ambrol karena bencana banjir pada 2012 mendapat respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen walaupun harus menunggu 6-7 tahun. “Saya tahunya itu ada rekanan dari Blora yang datang ke rumah. Rekanan itu meminta bantuan supaya dicarikan tukang untuk memulai pekerjaan pembangunan dua jembatan kembar itu,” ujar Bambang.

Dua jembatan kembar tersebut sepanjang 6 meter dengan ketinggian 4-5 meter. Lebar jembatan akan dibuat 4,5 meter. Dua jembatan itu menjadi akses utama warga di wilayah Desa Tempelrejo Mondokan, Desa Trombol Mondokan, dan Desa Juwok Sukodono yang panjangnya sampai 6 km. Dia menjelaskan jalan tersebut juga bisa menjadi akses ke Kecamatan Tanon.

Selain dua jembatan itu, Bambang juga mengingatkan adanya jembatan yang melintas di jalan desa yang rusak akibat bencana alam. Jembatan di tengah perkampungan itu sudah selesai dibangun dengan menggunakan dana desa. “Warga ikut mengawasi pembangunannya. Sekarang truk bermuatan material lewat jembatan itu semua karena dua jembatan di jalan poros kecamatan belum dibangun. Akibatnya jalan desa jadi rusak. Dulu kami sudah habis dana Rp120 juta itu sudah termasuk swadaya masyarakat,” tuturnya.

Cerita Bambang itu membantah pernyataan anggota Komisi III DPRD Sragen, Anshori, yang menilai Jembatan Trombol di wilayah Dukuh Ngunut itu belum diperbaiki tahun ini. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen, Marija, menyampaikan perbaikan Jembatan Trombol sudah direncanakan dikerjakan pada tahun ini.

“Rekanan pememang lelang sudah mulai mengirim material. Alokasi anggarannya itu tidak terpisah tetapi menjadi satu paket dengan pekerjaan jalan. Namun saya lupa nominalnya. Saya masih di lapangan sekarang,” tuturnya.