Sarat Kejanggalan, Warga Minta Pengisian Perdes Jumapolo Karanganyar Diulang

Pengendara motor melintas di depan Balai Desa Jumapolo, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, Rabu (11/7 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
11 Juli 2018 20:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Seleksi pengisian Perangkat Desa  (Perdes) Jumapolo, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, diprotes warga setempat, Rabu (11/7/2018). Pengisian jabatan kepala urusan (kaur) keuangan yang dilakukan, Senin (9/7/2018) lalu, dinilai sarat kejanggalan sehingga menuntut seleksi ulang di waktu mendatang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Pemerintah Desa (Pemdes) Jumapolo menggelar seleksi pengisian kaur keuangan, awal pekan lalu. Pengisian kaur keuangan dilakukan menyusul pamong desa yang lama, Siswanto, purnatugas beberapa waktu lalu.

Seleksi pengisian kaur keuangan di Jumapolo diikuti enam peserta, yakni Danang Hery, Prihatiningsih, Nofita Rahmawati, Tofan Hermawan, Rendra Iskandar, dan Febrianti. Setiap peserta wajib mengikuti tes tertulis dan tes wawancara yang diselenggarakan panitia penyelenggara seleksi kaur keuangan dengan ketuanya, Sukarmo.

Peserta yang memperoleh nilai tertinggi berdasar hasil tes tertulis dan wawancara, yakni Danang Hery dengan perolehan nilai 79,47. Hasil perolehan nilai masing-masing peserta itu sudah disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Jumapolo, Agus Purwanto, kepada Camat Jumapolo.

Nantinya, Camat Jumapolo bakal memberikan rekomendasi ke Kades Jumapolo guna melantik salah satu peserta seleksi pengisian kaur keuangan di Desa Jumapolo. Namun, proses seleksi awal pekan lalu membikin warga berburuk sangka.

Pertama, penilaian hasil tes tertulis dilakukan secara sembunyi-sembunyi alias dilakukan di ruangan tertutup. Hal ini berbeda dengan pengisian kaur perencanaan pada 2017 di mana penilaian dilakukan di hadapan peserta.

Kedua, panitia sempat mengumumkan hasil tes dengan nilai di atas 100. Padahal, nilai maksimal 100. Pengumuman yang pertama itu segera diralat. "Kami kecewa dengan seleksi kaur keuangan. Kami berharap ada seleksi ulang ke depannya,” kata Ari Triyono, warga Jumapolo yang juga suami Prihatiningsih, salah satu peserta seleksi, saat ditemui Solopos.com di Jumapolo, Rabu.

Kades Jumapolo, Agus Purwanto, tidak berada di kantornya saat didatangi Solopos.com, Rabu siang. “Pak kades tidak ada di kantor. Sepertinya pergi ke kecamatan dari pagi tadi,” kata salah seorang pamong Desa Jumapolo yang enggan disebut namanya.

Terpisah, Ketua Panitia Seleksi Pengisian  Kaur Keuangan Desa Jumapolo, Sukarmo, mengakui sempat terjadi kesalahan teknis saat mengumumkan hasil tes tertulis dan tes wawancara. Semula, panitia penyelenggara mengumumkan hasil seleksi dengan Danang Hery sebagai peserta yang memiliki nilai tertinggi. Namun, nilai yang diumumkan melebihi angka 100.

“Saat pengumuman yang dibaca kali pertama itu ternyata belum dihitung secara keseluruhan [gabungan hasil tes tertulis dan tes wawancara]. Setelah dihitung kembali, akhirnya diumumkan jika Danang Hery tetap sebagai peserta dengan nilai tertinggi. Kesalahan teknis itu sebenarnya tak mempengaruhi hasil akhir. Saat seleksi kemarin juga tak ada protes dari seluruh peserta. Semua berjalan kondusif,” katanya.

Disinggung tentang langkah panitia penyelenggara yang memberikan nilai hasil tes tertulis di ruangan tertutup, Sukarmo mengatakan hal itu dilakukan guna menjaga kerahasiaan panitia penyelenggara.

“Penilaian memang tak dilakukan di hadapan peserta tapi di ruangan tertutup. Kami menjamin hasil tes tertulis tidak ada permainan. Penilaian dilakukan secara objektif. Selain dua panitia yang memperoleh tugas mengoreksi hasil tes tertulis itu tidak diperkenankan masuk ke ruangan,” katanya.