Jukir Usulkan Tarif Parkir Sepeda Motor Rp2.000, Mobil Rp3.000

ilustrasi parkir. (Solopos/Dok)
12 Juli 2018 10:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah juru pakir (jukir) di Kota Bengawan mengusulkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Solo untuk mengubah besaran tarif parkir sepeda motor minimal menjadi Rp2.000 dan mobil Rp3.000.

Usulan itu disampaikan para jukir tersebut menyusul adanya wacana dari Dishub Solo untuk merevisi tarif parkir. Dishub beralasan revisi dengan menaikkan tarif ini untuk meminimalkan pelanggaran tarif di lapangan.

Seorang jukir di Jl. K.S. Tubun, Joko Parmanto, 43, mengatakan selama ini di Jl. K.S. Tubun yang masuk zona parkir E tarif parkirnya Rp1.000 untuk sepeda motor dan Rp1.500 untuk mobil. Dia menilai besaran tarif parkir tersebut terlalu rendah.

Joko mengusulkan agar tarif parkir disesuaikan dengan kondisi kekinian di mana harga barang kebutuhan pokok rata-rata telah mengalami kenaikan. Dia berpendapat tarif parkir sekarang idealnya minimal Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil.

“Tarif parkir yang berlaku sekarang sudah ketinggalan zaman. Nilainya terlalu kecil, tidak sebanding dengan harga barang maupun tarif jasa lain yang telah disesuaikan dengan kondisi perekonomian sekarang,” kata Joko saat ditemui Solopos.com di sela-sela melayani pengguna jasa parkir di Jl. K.S. Tubun, Rabu (11/7/2018).

Joko menyampaikan beberapa kali memang ada pengguna jasa parkir yang memberinya uang Rp2.000 untuk sepeda motor di Jl. K.S. Tubun. Namun, tidak sedikit juga pengguna jasa parkir yang memberinya Rp1.000. Joko tak berani memaksa mereka untuk membayar uang Rp2.000 karena bisa menyalahi peraturan.

Oleh sebab itu, dia berharap Pemkot Solo menaikkan tarif parkir agar para jukir mempunyai dasar saat ingin menarik tarif lebih besar daripada yang berlaku sekarang. “Kami tidak bisa terus menyerahkan keputusan ke pemilik kendaraan. Kalau dibilang wajar, tarif parkir sepeda motor sekarang ya mestinya Rp2.000. Banyak orang yang sudah memahami itu, tapi nyatanya tidak sedikit juga pemilik kendaraan yang masih kasih uang hanya Rp1.000. Kami mau minta lebih, enggak berani,” ujar Joko.

Seorang jukir di Jl. Kartika belakang Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Supardi, 42, juga berpendapat tarif parkir kendaraan di Solo perlu diperbarui. Menurut dia, tarif parkir sepeda motor sekarang idealnya minimal Rp2.000 dan mobil Rp3.000.

Supardi menyerahkan keputusan ke Dishub tarif parkir baru bakal diberlakukan flat atau progresif. Yang jelas pemberlakuan sistem parkir progresif selama ini sulit terlaksana. Banyak pengguna jasa parkir yang keberatan atau mengeluh saat ditarik tarif parkir  sesuai perhitungan waktu.

“Selama ini saya tidak pernah menyebutkan nominal uang parkir yang harus dibayar para pengguna jasa parkir. Saya menerima berapa pun uang yang mereka berikan. Tentu menjadi harapan bila para pemilik sepeda motor berinisiatif membayar tarif parkir Rp2.000 tanpa meminta uang kembalian,” kata Supardi yang beroperasi di zona parkir E tersebut.

Seorang jukir di Jl. Menteri Supeno, Manahan, Marmo, 53, menyambut baik wacana Dishub menaikkan tarif parkir kendaraan di Kota Bengawan. Dia mengatakan pendapatan jukir selama ini rata-rata di bawah upah minimum Kota (UMK) Solo. “Setiap harinya saya kerja dari pukul 09.00 WIB-16.00 WIB. Penghasilan yang saya dapat dalam sebulan rata-rata di bawah Rp1,5 juta. Jika ada upaya untuk menaikkan tarif parkir, saya tentu senang sekali,” ujar Marmo.