2 Calon Siswa Sukoharjo Didiskualifikasi setelah Rumahnya Didatangi 3 Kali

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
12 Juli 2018 13:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua calon siswa baru yang menggunakan surat keteragan tidak mampu (SKTM) di Sukoharjo didiskualifikasi setelah rumahnya didatangi sampai tiga kali oleh tim verifikasi. Dari hasil verifikasi itu dipastikan keduanya dari keluarga mampu.

Kedua calon siswa itu mendaftar di SMAN 1 Mojolaban saat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2018/2019. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sukoharjo, Sudibyo, mengatakan panitia PPDB online terpaksa mendiskualifikasi dua calon siswa pengguna SKTM itu lantaran kondisi perekonomian keluarga mereka masuk kalangan masyarakat menengah ke atas.

Sebelumnya, panitia telah memverifikasi dengan mendatangi rumah masing-masing calon siswa itu. “Kondisi perekonomian keluarga tak sesuai SKTM. Sesuai aturan, calon siswa bakal didiskualifikasi dari daftar calon siswa baru,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (11/7/2018).

Tim verifikasi menelusuri secara jelas latar belakang pekerjaan dan penghasilan orang tua masing-masing calon siswa. Mereka juga melihat langsung kondisi rumah calon siswa dengan meminta keterangan tetangga rumah maupun ketua rukun tetangga/rukun warga (RT/RW) setempat.

Kepala SMAN 1 Nguter ini menyampaikan kedua calon siswa baru yang didiskualifikasi tak bisa lagi mendaftar di sekolah negeri. Namun, mereka masih berkesempatan mendaftar ke sekolah swasta.

“Sistem pendaftaran PPDB online  sudah terkunci saat penutupan pada beberapa hari lalu. Orang tua kedua calon siswa baru itu tak tahu apabila menggunakan SKTM harus sesuai kondisi riil keluarga,” tutur dia.

Sudibyo menambahkan kuota calon siswa baru di sebagian besar SMA negeri sudah terpenuhi. Hanya dua SMA negeri di wilayah pinggiran yang kuota calon siswa barunya belum terpenuhi hingga penutupan pelaksanaan PPDB online yakni SMAN 1 Weru dan SMAN 1 Bulu. Sisa kuota calon siswa baru di SMAN 1 Weru sebanyak 73 kursi sementara SMAN 1 Bulu 85 kursi.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Mojolaban, Harmani, menyatakan panitia PPDB online  mengunjungi rumah kedua calon siswa baru itu hingga tiga kali. Mereka meminta keterangan beberapa tetangga rumah calon siswa baru itu. Panitia juga bertemu langsung dengan orang tua kedua calon siswa baru itu.

Harmadi memastikan kondisi faktual kedua calon siswa baru itu tak sesuai SKTM baik dari penghasilan maupun kondisi rumah. “Kedua calon siswa mendaftar jurusan MIPA dan IPS. Kami ingin memastikan kondisi riil calon siswa dengan mendatangi rumah mereka. Tak hanya sekali, panitia mengecek kondisi rumah hingga tiga kali,” kata dia.



Tokopedia