Isu Kantor Polisi Bersama China, Kapolres Ketapang Dicopot

Foto yang beredar di medsos tentang perwakilan Polres Ketapang dan Kepolisian asal China di Ketapang. (Twitter - @NetizenTofa)
13 Juli 2018 16:20 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, PONTIANAK -- Kapolres Ketapang, AKBP Sunario, dicopot dari jabatannya setelah muncul kabar kerja sama Polres Ketapang dan kepolisian China. Kapolda Kalbar Irjen (Pol) Didi Haryono menyatakan mutasi Sunario dilakukan untuk pemeriksaan dugaan kasus kantor polisi bersama antara Polres Ketapang dengan perwakilan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok, Provinsi Jiangsu Resor Suzho.

"Setelah kami dalami dan lakukan penyelidikan kerja sama antara Polresta Pontianak dan kepolisian RRT Provinsi Jiangsu Resor Suzho tersebut belum terlaksana. Tetapi yang dilakukan oleh kepolisian RRT adalah kunjungan resmi," kata Didi Haryono di Pontianak, Jumat (13/7/2018).

Ia menjelaskan, seharusnya Kapolres Ketapang memberitahukan rencana kerja sama tersebut kepada atasannya lebih dulu, yakni Kapolda Kalbar. Sedangkan pihak yang berwenang memberikan perizinan untuk kerja sama tersebut adalah Mabes Polri.

"Hal itu yang tidak dilakukan oleh Kapolres Ketapang. Oleh sebab itu, Kapolres Ketapang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pagi tadi, telah dilaksanakan pencopotan dan penggantian jabatan Kapolres Ketapang dari pejabat sebelumnya, AKBP Sunario, kepada pejabat baru AKBP Yuri Nurhidayat, dalam rangka pemeriksaan hal tersebut," tuturnya.

AKBP Yuri Nurhidayat semula menjabat sebagai Kapolres Singkawang, dan posisinya sekarang dijabat oleh AKBP Raymond Marcellino Masengi. Sebelumnya, AKBP Sunario membantah adanya kantor polisi bersama Polres Ketapang dan perwakilan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzho.

"Pelakat yang viral di media sosial, hanya sebuah tanda perkenalan pertemuan antara polisi RRT dengan Polres Ketapang, dan tulisan kantor bersama adalah bahasa kantor itu menjadi tempat pertemuan bersama, dan tidak benar akan ada kantor polisi RRT di Ketapang," ujarnya.

Sunario menjelaskan, saat ini pelakat tersebut sudah diamankan di Polres Ketapang, karena dikhawatirkan bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sunario mengonfirmasi kunjungan kepolisian Suzho ke PT BSM di Ketapang pada Kamis (12/7/2018). Saat itu, Kepolisian Suzho juga mengajak Polres Ketapang untuk bersama-sama ke perusahaan tersebut.

"Mereka meminta ada kerja sama dengan Polres Ketapang, dengan menunjukkan contoh pelakat untuk kerja sama tersebut. Tetapi kami tolak karena kami tidak bisa mengeluarkan kesepakatan, melainkan itu sudah wewenang Mabes Polri," katanya.

Menurut Sunario, pelakat tersebut sudah disita jajarannya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir, karena hingga saat ini tidak ada kantor polisi bersama antara Polres Ketapang dengan polisi RRT atau kepolisian Suzho tersebut," ungkapnya.

Sunario juga berharap agar apa yang sudah beredar di media sosial tidak lagi disebarluaskan. Dia menegaskan tidak ada kantor polisi bersama seperti yang viral di medsos tersebut.

plakat kantor polisi bersama ketapang

Tokopedia

Sumber : Antara