SBC XI Heboh, Sayang Pendukung Acara Ngrokok Saat Karnaval

Solo Batik Carnival, Sabtu (14/7 - 2018). (Solopos/Ika Yuniati)
14 Juli 2018 19:45 WIB Mahardini Nur Afifah Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Penyelenggaraan karnaval pada puncak acara Solo Batik Carnival (SBC) XI 2018 di sepanjang Jl. Slamet Riyadi ruas Stadion Sriwedari menuju Benteng Vastenburg di Jl. Jenderal Sudirman, Sabtu (14/7/2018) sore, menyedot perhatian publik.

Kemeriahan acara karnaval yang diikuti 322 peserta termasuk anak-anak tersebut dikritik penonton lantaran terdapat sejumlah pendukung acara yang merokok di karnaval jalanan.

Pantauan Solopos.com di persimpangan Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Teuku Umar, terdapat seorang pria berkaus panitia SBC XI 2018 merokok ketika rombongan karnaval dari defile Mapalili Mamiri representasi budaya Sulawesi Selatan menunggu antrean berjalan.

Tak jauh dari sana, ada juga seorang pria dengan kostum marun yang bertugas membawa peralatan dengan gerobak hias turut merokok sembari menunggu giliran berjalan.

Salah seorang penonton asal Magelang, Dwi, 35, menyayangkan kejadian tersebut. “Kebetulan pas main ke Solo ada SBC. Pengen lihat. Tadi menunggu dari jam 15.00 WIB. Ternyata bagus, lebih meriah dari karnaval sejenis di Magelang. Sayang, tadi kok ada panitia merokok di karnaval,” katanya.

Keluhan lain disampaikan Lastri, 32. Ibu muda asal Solo yang mengajak dua buah hatinya menonton karnaval SBC XI tersebut juga menyoal ada pendukung acara merokok di panggung karnaval jalanan. “Harusnya ada aturan enggak boleh merokok di karnaval. Karena ini acara ditonton anak-anak dan melibatkan anak-anak juga,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kota Solo tahun lalu menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo sebagai Kota Layak Anak 2017 untuk kategori Utama. Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) juga diarahkan lebih ramah kepada anak-anak.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan menetapkan Balai Kota Solo sebagai kawasan bebas asap rokok sejak 1 Juni 2017 lalu. Kebijakan itu diterapkan sebagai komitmen Pemerintah Kota untuk mewujudkan Solo Kota Layak Anak. Dari evaluasi tim penilai terkait Kota Layak Anak, di Solo sejumlah kantor pelayanan publik belum ramah anak karena belum bebas dari asap rokok.

Dimintai konfirmasi, Panitia Bagian Hubungan Masyarakat SBC XI 2018, Mumtahana, menuturkan pihaknya menerima kritikan masyarakat untuk disampaikan kepada managemen sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan acara ke depan. “Terima kasih banyak atas kritikannya. Nanti saya sampaikan kepada managemen,” terangnya.

Menurut Mumtahana, pihak penyelenggara sudah melakukan pengarahan aturan kepada peserta sebelum acara berlangsung. “Kami sudah briefing. Mungkin itu orang dari peserta yang mendapatkan kaos,” jelasnya.