Kumpulan Foto SBC 2018, Ada Peserta Bayi 5 Bulan

Batik Nusantara saat karnaval Solo Batik Carnival (SBC) 2018 di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (14/7 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
14 Juli 2018 22:05 WIB Ika Yuniati Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Ada yang istimewa saat gelaran pada Grand Carnival Solo Batik Carnival (SBC) XI  2018, Sabtu (14/7/2018). Selain tema Ika Paramartha yang diikuti 322 peserta dari berbagai wilayah. SBC 2018 banyak menggelorakan kebhinekaan. Tak kalah menarik, ada peserta termuda selama SBC digelar yakni bayi berusia 5 bulan bernama Airlangga Damas Admajaya.

Tokopedia

Airlangga Damas Admajaya, peserta termuda (Solopos-Ika Yuniati)

Dia bersama kedua orang tuanya yakni  Eko Prasetyo  dan  Anggita Putri ikut dalam defile Tiara Dewata. Kepada Solopos.com, orang tua Airlangga mengatakan dia membawa seperangkat kebutuhan bayi dalam karnaval itu.

Termasuk juga kakek nenek Airlangga. “Jadi saat karnaval dah jalan, Airlanga gak memungkinkan lanjut ya keluar baresan nanti sama Simbahe,” ujar ibunya.

Penyanyi, Trie Utami, (tengah), mementaskan lagu saat menjadi Maskot Solo Batik Carnival (SBC) 2018 pada Grand Carnival SBC 2018 di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (14/7/2018). (Solopos-M. Ferri  Setiawan)

Pembukaan karnaval SBC diawali, lirik-lirik lagu pembangkit nasionalisme membuka SBC XI di Stadion Sriwedari, Sabtu (14/7/2018) siang. Dibawakan penyanyi bersuara tinggi Trie Utami yang menjadi maskot tahun ini.

Tema Bali saat defile pada Grand Carnival Solo Batik Carnival (SBC) 2018 di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (14/7/2018).  (Solopos-M. Ferri  Setiawan)

Tak berselang lama perwakilan delapan defile ikut menari dengan kostum karnaval berbahan batik yang mewakili keberagaman Indonesia. Corak budaya Sumatera ( defile Nagari Minangkabau), Kalimantan (defile Dayak Borneo), Sulawesi (defile Mappalili Mamiri),  Bali (defile Tiara Dewata), Nusa Tenggara ( defile Sasando Timor), Papua (defile Tana Sajojo), Jawa ( defile Jawa Dwipa), dan DKI Jakarta (defile Lenggang Batavia).

Batik Nusantara saat karnaval Solo Batik Carnival (SBC) 2018 di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (14/7/2018).  (Solopos-M. Ferri  Setiawan)

Sebanyak 322 peserta tak hanya menawarkan semarak kostum karnaval berbahan batik. Mereka juga memperlihatkan ikon budaya masing-masing daerah yang ditempel sebagai aksesoris. Ada miniatur rumah gadang, rumah adat Toraja, candi, pura, senjata khas Papua, hingga monas.

SBC 2018 bertema Ika Paramartha tersebut diikuti 322 peserta yang terbagi dalam delapan defile.  (Solopos-M. Ferri  Setiawan)

Termasuk miniatur kapal pinisi setinggi satu setengah meter yang menjadi penghias kostum karnaval Angga Arinda. Peserta defile Mappalili Mamiri ini juga menambahi miniatur rumah adat Toraja, Tongkonan di atas pundak kanan dan kiri. Pada bagian dada, ia menyematkan beberapa simbol tanduk kerbau sebagai pemanis.

Peserta defile SBC 2018 di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (14/7/2018). (Solopos-M. Ferri  Setiawan)

Bergeser ke defile Tiara Dewata, penonton akan ditunjukan sekilas tentang keindahan Pula Bali. Peserta menampilkan ragam kostum yang dilengkapi beberapa miniatur bangunan, simbol budaya, hingga kesenian Pulau Dewata.

 Kendaraan  padati Jl. Dr. Radjiman, Solo, Sabtu (14/7/2018). Kepadatan tersebut akibat adanya pengalihan arus lalu lintas SBC 2018. (Solopos-M. Ferri  Setiawan)

Penampil asal Salatiga, Muhammad Zaenal, misalnya. Ia merancang kostum seberat 10 kilogram yang dilengkapi miniatur pura Bedugul untuk mahkota, dan topeng barong sebagai hiasan pada kedua sayap.

Salah satu penonton asal Malaysia Gin Wong mengapresiasi para peserta SBC XI. Ia mengagumi kreativitas peserta dan semangatnya mengenakan kostum berukuran raksasa untuk pawai dengan rute panjang.

Gin paling terkesan dengan defile Dayak Borneo. Menurutnya yang pernah datang ke Kalimantan, karya itu cukup merepresentasikan suku Dayak.