Jelang Asian Games 2018, Kualitas Udara Jakarta di Bawah Standar

Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan, Jakarta, Rabu (11/7 - 2018). (Antara / Dhemas Reviyanto)
14 Juli 2018 05:30 WIB Juli Etha Ramaida Manalu Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait akan menyiapkan sejumlah skema guna menekan konsentrasi partikel PM 2,5 di Jakarta menjelang perhelatan Asian Games 2018.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Karliansyah menyebutkan jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran baku mutu rata-rata harian untuk PM2,5 adalah sebesar 65 mikrogram per meter kubik. Sedangkan untuk tahunan sebesar 15 mikrogram per meter kubik. Adapun konsentrasi PM 2,5 di Jakarta saat ini menurutnya berada di level 38 mikrogram per meter kubik.

"Untuk Jakarta, memang karena ada pengaruh dari pembangunan infrastruktur kemudian kendaraan bermotor, itu memang rata-rata angkanya masih di angka 38 [mikrogram per meter kubik]. Kalau kita bersandar dari baku mutu nasional, sebenarnya tidak masalah tapi kan diminta kalau bisa memehi kriteria WHO sebesar 25 [mikrogram per meter kubik]. Oleh karena itu, kita harus coba turunkan 38-nya," jelasnya, Jumat (13/7/2018).

World Health Organization (WHO) sendiri mengatur bahwa konsentrasi rata-rata tahunan PM 2,5 di udara tidak lebih dari 10 mikrogram per meter kubik dan 25 mikrogram per meter kubik untuk harian. Menjelang Asian Games 2018, pemerintah punya pekerjaan menurunkan konsentrasi partikel ini.

Untuk menurunkan konsentrasi PM 2,5, sejumlah langkah telah disusun. Di antaranya adalah melakukan pelatihan eco driving di beberapa perusahaan kendaraan umum, melakukan uji emisi kendaraan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, serta melakukan pengawasan emisi oleh industri.

Selain itu, pihaknya pun telah membuat kesepakatan dengan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk mensterilkan ring utama Gelora Bung Karno yang menjadi pusat perhelatan Asian Games 2018. Di samping itu, sejumlah proyek infrastruktur yang sedang berlangsung pun akan dihentikan sementara.

Tokopedia