PBB: 20 Persen Anak di Korea Utara Kurang Gizi

Kim Jong Un (Istimewa/Reuters)
14 Juli 2018 14:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, PYONGYANG – Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut sekitar 20 persen anak-anak di Korea Utara mengalami gizi buruk. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB Bidang Kemanusiaan, Mark Lowcock, dalam jumpa pers di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (11/7/2018).

Selain gizi buruk, masyarakat Korea Utara juga mengalami krisis air bersih dan kekurangan obat-obatan. Saat ini, PBB tengah berupaya membantu masalah kesehatan dan menjamin keamanan pangan bagi sekitar enam juta orang di Korea Utara. Namun, sejauh ini mereka baru bisa mengatasi 10 persen dari yang ditargetkan.

"Sebenarnya ada banyak kemajuan yang telah dicapai dibandingkan 20 tahun lalu. Namun, masih ada berbagai masalah kemanusiaan yang harus dihadapi warga Korea Utara. Sejauh ini, kami baru bisa membantu sekitar 10 persen. Bantuan ini pun kami dapat dari sumbangan pemerintah Swedia, Swiss, dan Kanada," kata Mark Lowcock seperti dilansir The Independent, Jumat (13/7/20418).

Mark Lowcock menambahkan, jumlah anak yang berpotensi terkena stunting di Korea Utara telah menurun secara signifikan. "Jumlah anak yang berpotensi terkena stunting telah menurun sekitar 20 persen dari 28 persen pada 2011 lalu. Tapi, jumlah ini tetap saja masih tinggi," sambung Mark Lowcock.

Pencemaran air juga menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit yang mengancam pertumbuhan anak. Dia semakin prihatin melihat fasilitas kesehatan yang sangat minim di Korea Utara. "Saya mengunjungi satu rumah sakit di Korea Utara yang kondisinya cukup memprihatinkan. Rumah sakit itu hanya memiliki obat untuk 40 pasien tuberkulosis. Padahal, ada 140 pasien tuberkulosis yang dirawat di sana," tutup Mark Lowcock.