Kirab HUT Sukoharjo: Atraksi Marching Band Akpol Paling Ditunggu

Salah satu atraksi di kirab budaya Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Sukoharjo, Minggu (15/7 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
15 Juli 2018 15:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Belasan anggota marching band memainkan bass drum di Jl. Jenderal Sudirman, Sukoharjo. Mereka yang memakai kostum loreng meliuk-liukkan badan sembari membolak-balikkan alat musik.

Anggota drumb Corps Cendrawasih Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang itu berjoget diiringi lagu-lagu kebangsaan Indonesia. Pagi itu, Minggu (15/7/2018), drumb corps Cendrawasih Akpol Semarang memeriahkan kirab budaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Sukoharjo.

Anggota drumb corps Cendrawasih yang beranggotakan 300 taruna melakukan aktrasi yang mengundang decak kagum para penonton. Komposisi anggota marching band terdiri dari pemain snare drum, tenor drum, bass drum, bellyra, terompet dan tuba.

Tak berapa lama kemudian, para pemain bass drum menampilkan atraksi dengan menumpuk alat musik itu. Seorang stickmaster atau peñata rama menaiki dan berdiri di bass drum paling atas. Dia melakukan atraksi dengan memutar-memutar tongkat yang memukau penonton.

Para penonton yang mengelilingi panggung kehormatan di depan Rumah Dinas Bupati Sukoharjo  rela berpanas-panasan demi menonton atraksi. Mereka berdesak-desakan di sekitar panggung kehormatan.

“Setiap kirab budaya peringatan HUT Sukoharjo pasti ada penampilan marching band. Yang paling menarik memang atraksi marching band,” kata Hasan, warga Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela menonton atraksi, Minggu.

Kirab budaya merupakan agenda rutin peringatan HUT Sukoharjo. Beragam potensi seni dan budaya di masing-masing kecamatan unjuk gigi di depan ribuan penonton. Masing-masing kelompok berjalan kaki mulai dari Halaman Gedung Setda Sukoharjo  sampai Simpang Lima atau Proliman Sukoharjo.

Hasan berharap event kirab budaya dikemas dengan melibatkan pegiat seni dan budaya di Kabupaten Jamu. “Event serupa di Kota Solo selalu meriah dan bisa menjadi agenda wisata. Saya yakin jika dikemas lebih apik, kualitas kirab budaya tak berbeda jauh dengan Kota Solo,” papar dia.

Dalam kesempatan itu, unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopinda) Sukoharjo ikut berjoget bersama taruna-taruni Akpol. Mereka tak canggung berlenggak-lenggok kendati memakai busana adat Jawa.

Rangkaian kegiatan HUT Sukoharjo dilanjutkan sidang paripurna istimewa di Gedung DPRD Sukoharjo. Saat itu, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, menyerahkan Petikan PP No. 16/1946 tentang Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo kepada Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto.

“Kirab budaya menjadi simbol peringatan HUT Sukoharjo. Saya berharap program pembangunan di berbagai aspek kehidupan dapat tercapai pada masa mendatang,” kata Wardoyo.