Remaja Penderita Epilepsi Tenggelam saat Mancing WKO Sragen

Keluarga korban menerima penyerahan jenazah Saiful Anwar, 13, yang meninggal dunia karena tenggelam di WKO Sragen, Jumat (13/7 - 2018) malam. (Solopos/Kurniawan)
15 Juli 2018 10:45 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Perairan Waduk Kedung Ombo (WKO) kembali memakan korban. Seorang remaja beruisia 13 tahun, Saiful Anwar, asal Dukuh Pungkruk RT 001 Desa Doyong, Miri, Sragen, meninggal dunia akibat tenggelam  saat memancing di waduk tersebut, Jumat (13/7/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi di Dukuh Sendangboto RT 020 Desa Soko, Miri, Sragen. Saksi mata, Dian Hadika Putra, 23, dan Gopur Ngarim, 21, yang datang ke WKO untuk berwisata sempat bertemu dengan Saiful sesaat sebelum remaja itu tenggelam sekitar pukul 15.00 WIB.

Tokopedia

Saat bertemu dengan Dian dan Gopur, Saiful sedang memancing ikan di tepi waduk. Saat itu Saiful menawarkan ikan hasil pancingannya agar dibeli oleh Dian dan Gopur seharga Rp10.000.

Tawaran tersebut diterima Dian dan Gopur. Mereka lantas meminta Saiful agar membersihkan ikan-ikan itu. Setelah selesai membersihkan ikan, Saiful lantas mandi tak jauh dari lokasi.

Tapi Saiful tak kunjung muncul ke permukaan setelah terjun ke waduk. Mengetahui hal itu Dian dan Gopur bergegas meminta tolong warga sekitar. Pencarian pun dilakukan.

Sekitar pukul 17.15 WIB, Saiful ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah itu warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Miri agar dilakukan penyelidikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan  Tim Identifikasi Polres Sragen dan Tim Medis Puskesmas Miri, tak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan maupun tanda mencurigakan di tubuh Saiful.

Berdasarkan keterangan keluarganya, Saiful mempunyai riwayat penyakit epilepsi. Karena alasan itu pula keluarga Saiful menolak autopsi.

Dari kejadian itu polisi menyita tiga alat pancing sebagai barang bukti. Informasi itu dikonfirmasi Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur I, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, Sabtu (14/7/2018).

Menurut dia polisi telah menyerahkan jenazah Saiful kepada keluarganya. Polisi juga telah meminta surat pernyataan penolakan dilakukannya autopsi kepada keluarga korban.