KONI Karanganyar Pusing Mikir Anggaran Porprov 2018

KONI Karanganyar menggelar halalbihalal di Gedung PGRI Karanganyar, Jumat (13/7 - 2018) malam. (Solopos/Ponco Suseno)
15 Juli 2018 14:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karanganyar mengaku kelimpungan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 di Solo, Oktober mendatang. KONI Karanganyar hanya memiliki anggaran senilai Rp1 miliar, padahal idealnya dibutuhkan Rp3 miliar guna menghadapi ajang tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, minimnya anggaran merupakan persoalan klasik yang dihadapi KONI  Karanganyar beberapa tahun terakhir. Salah satu dampak minimnya anggaran tersebut yakni masing-masing cabang olahraga (cabor) di Bumi Intanpari tak memperoleh suntikan anggaran dari KONI saat mengikuti tryout menjelang Porprov.

Hal itu termasuk pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) di setiap cabor. “Persoalannya memang seperti yang saya sampaikan tadi [kekurangan dana]. Kami [KONI Karanganyar] juga belum dapat menjanjikan para atlet yang dapat mengharumkan Karanganyar di kancah Porprov 2018 nanti dengan kucuran bonus,” kata Ketua KONI Karaganyar, Suprapto, saat ditemui wartawan di sela-sela halalbihalal keluarga besar KONI Karanganyar di Gedung PGRI Karanganyar, Jumat (13/7/2018) malam.

Suprapto mengatakan jumlah atlet dan ofisial Porprov Karanganyar ada 199 orang. Jumlah itu terdiri atas 144 atlet dan 45 ofisial. Di Porprov Jateng 2018, Kontingen Karanganyar menerjunkan atlet di 20 cabor.

“Meski kondisi dana seperti ini, kami akan berusaha maksimal guna meraih prestasi di Porprov 2018. Paling tidak, kami akan mempertahankan raihan medali seperti di Porprov 2013 di Banyumas, yakni di peringkat 14 dengan 13 medali emas, 17 medali perak, dan 20 medali perunggu,” katanya.

Suprapto masih memiliki waktu beberapa bulan guna mencari solusi terkait minimnya anggaran KONI Karanganyar. Sesuai rencana, KONI Karanganyar akan meminta tambahan dana ke jajaran eksekutif dan jajaran legislatif Pemkab Karanganyar.

“Semoga cita-cita ini dapat tercapai. Kami akan usulkan agar anggaran KONI Karanganyar tahun ini senilai Rp3 miliar. Jika tercapai, kami semakin optimistis dapat meraih prestasi yang lebih baik [dibandingkan Porprov 2013]. Di samping itu, setiap atlet yang berprestasi di Porprov 2018 dapat memperoleh bonus,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, mengaku sudah tahu minimnya anggaran KONI Karanganyar. Anggaran senilai Rp1 miliar saat ini dinilai memang jauh dari kata ideal.

“Idealnya memang di kisaran Rp3 miliar guna menghadapi Porprov Jateng 2018. Pada prinsipnya kami siap membantu. Silakan KONI Karanganyar membuat usulan anggaran [diajukan ke bupati Karanganyar]. Di samping itu juga menjalin koordinasi dengan jajaran legislatif. Bisa juga mencari dana sponsor mulai dari sekarang. Yang terpenting jangan jalan sendiri-sendiri karena akan terseok-seok nantinya,” katanya.

Terpisah, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, juga menyatakan siap membantu mengatasi persoalan minimnya dana KONI guna menghadapi Porprov Jateng 2018. “Kalau KONI kurang dana itu sudah sejak dahulu. Kami ingin, KONI ini betul-betul mengukur prestasi yang akan diraih kontingen Karanganyar di Porprov Jateng 2018. Prestasi 14 besar itu mestinya harus dapat diperbaiki lagi. Prestasi yang dibidik harus medali emas,” katanya.