Pengunjuk Rasa Kontra PT RUM Blokade Jalan Sukoharjo

Massa pengunjuk rasa memblokade jalan di Simpang Tiga Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Senin (16/7 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
16 Juli 2018 17:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seratusan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo dan Sukoharjo Melawan Racun (Samar) berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Senin (16/7/2018).

Mereka sempat memblokade jalan selama 30 menit karena kesal aspirasi mereka tak diterima Kejari Sukoharjo. Pantauan Solopos.com, Senin, seratusan warga dan mahasiswa berunjuk rasa di Kantor Kejari Sukoharjo menuntut tujuh aktivis lingkungan yang ditangkap aparat kepolisian terkait segera pengrusakan fasilitas milik PT Rayon Utama Makmur (RUM)  di Kecamatan Nguter segera dibebaskan.

Tokopedia

Ketujuh aktivis lingkungan itu yakni, Kelvin, Sutarno, Brilian, Sukemi, Bambang Wahyudi, Danang Tri, dan Muh. Hisbun Payu alias Iss. Pengunjuk rasa mendatangi Kantor Kejari Sukoharjo sekitar pukul 10.00 WIB.

Keluarga para aktivis lingkungan yang kini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang juga terlihat mengikuti aksi unjuk rasa itu. Lantaran tak kunjung ditemui pejabat Kejaksaan, massa memblokade jalan di Simpang Tiga Kantor Kejari Sukoharjo selama 30 menit mulai pukul 14.30 WIB-15.00 WIB.

Orang tua terdakwa Brilian, Luboy, mengatakan setiap warga memiliki hak menghirup udara segar. Praktiknya, warga justru harus menghirup bau tak sedap yang berasal dari pabrik selama lebih dari lima bulan.

“Anak saya bukan kriminal, bukan penjahat. Anak saya hanya berusaha mendapatkan hak menghirup udara segar. Saya tidak terima anak saya dipenjara,” kata dia di sela-sela aksi.

Luboy meminta anaknya dan enam terdakwa lainnya segera dibebaskan. Selain itu, ia meminta aparat kepolisian melanjutkan pengusutan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT RUM.

“Apakah para jaksa sudah tidak memiliki hati nurani untuk menemui keluarga terdakwa? Aksi ini tidak akan anarkistis, saya jamin itu. Mengapa pejabat Kejari Sukoharjo tak mau menemui rakyat?” ujar dia.

Sementara itu, Pembina MPL Sukoharjo, Ari Suwarno, menyatakan para pengunjuk rasa bertahan di depan Kantor Kejari Sukoharjo selama lebih dari empat jam demi bertemu langsung dengan pejabat Kejaksaan. Perwakilan warga sempat bernegosiasi dengan aparat kepolisian agar bisa menyampaikan aspirasi kepada pejabat Kejaksaan.

Namun, upaya negosiasi itu gagal lantaran pejabat Kejaksaan enggan menemui massa pengunjuk rasa. Di sisi lain, Kabagops Polres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan telah berupaya memfasilitasi agar keluarga terdakwa bisa bertemu langsung dengan pejabat Kejaksaan untuk menyampaikan aspirasi dan unek-unek.

Kejaksaan meminta agar keluarga terdakwa masuk ke kantor untuk bermediasi. Sementara massa pengunjuk rasa berkukuh mediasi dilakukan di luar kantor. Para pengunjuk rasa akhirnya bubar sekitar pukul 15.00 WIB tanpa hasil.