Camat Baki Sukoharjo Kena OTT Pungli, Ini Penggantinya

Pelantikan pejabat di Kompleks Kantor Pemkab Sukoharjo, Senin (16/7 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
16 Juli 2018 20:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, melantik 364 pejabat yang terkena mutasi/promosi di Grha Satya Praja Kompleks Kantor Pemkab Sukoharjo, Senin (16/7/2018).

Satu di antara pejabat yang dilantik adalah Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Baki, Roni Wicaksono, menjadi camat definif Baki. Sebelumnya, Roni menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baki sejak 7 Juni menggantikan mantan Camat Baki, Taufik Hidayat, yang terjerat kasus pungutan liar (pungli).

Posisi Sekcam Baki kemudian diisi Agus Eko Raharjo. Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengatakan semua jabatan kosong telah diisi dan penempatan pejabat telah sesuai kepangkatan.

“Pejabat eks Unit Pelaksana Teknis Daerah [UPTD] Dinas Pendidikan sudah didistribusikan baik di lingkungan Disdikbud maupun organisasi perangkat daerah [OPD] lain. Beberapa pejabat yang memenuhi syarat menduduki jabatan fungsional pengawas telah diangkat. Khususnya mereka [pegawai eks Disdikbud] yang usianya tidak lebih dari 55 tahun diangkat menjadi pengawas,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan pelantikan hari itu merupakan tindak lanjut Permendagri No. 12/2017 tentang penghapusan unit pelayanan teknis dinas atau UPTD. Selain Roni, dalam kesempatan  itu juga dilantik Camat Bulu, Dwi Sulistyowati, menggantikan Sunarjo yang pensiun per 1 Juli dan Camat Bendosari, Paulan K. Wardhani, menggantikan Sukito yang dilantik menjadi Asisten Bidang Pemerintahan Setda Sukoharjo.

Bupati berpesan para pejabat yang baru dilantik agar menyesuaikan diri di unit kerja masing-masing untuk mempercepat program dan kegiatan sehingga sasaran waktu yang telah ditentukan bisa tercapai. Selain itu, dia berharap pelantikan tersebut menjadikan program di OPD bisa berjalan lebih optimal.

Data di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sukoharjo, ke-364 pejabat itu terdiri atas seorang pejabat asisten atau eselon II/b, sembilan orang pejabat eselon III/a. Kemudian 21 orang pejabat eselon III/b, 102 orang pejabat eselon IV/a dan sebanyak 35 orang pejabat eselon IV/b.

Juga dilantik 12 Kepala Puskesmas di Sukoharjo, lima kepala SMP, 160 kepala SD, dan seorang pamong, serta 18 pejabat fungsional. "Pelantikan dalam rangka penataan pegawai setelah penghapusan UPTD sesuai Permendagri," ujar Kepala BKPP Sukoharjo Joko Triyono.

Diberitakan sebelumnya, Sekda Sukoharjo, Agus Santoso, menyatakan Camat Baki, Taufik Hidayat, mengundurkan diri dari jabatan Camat awal Juni. Surat pengunduran diri dikirim ke Bupati dan sudah ditindaklanjuti dengan penunjukan pelaksana tugas (plt) Camat Baki, Rony Wicaksono.

Surat pengunduran diri Taufik dilayangkan sehari sebelum Taufik diperiksa lagi sebagai tersangka dugaan pungutan liar (pungli) izin perpanjangan tower pada Juni. Taufik sekarang menjadi anggota staf Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

Sekda mengapresiasi pengunduran diri tersebut agar memudahkan dan melancarkan proses pemanggilan dan pemeriksaannya oleh penyidik. Penyidik Polda Jateng telah memeriksa saksi-saksi terkait kasus dugaan pungli pengurusan izin pendirian tower base transceiver station (BTS) senilai Rp20 juta itu.

Berikut daftar beberapa pejabat yang dilantik Bupati Sukoharjo, Senin.
1. Sukito menjadi Asisten Pemerintahan Setda Sukoharjo
2. Dwi Sulistyowati menjadi Camat Bulu
3. Roni Wicaksono menjadi Camat Baki
4. Paulina Yuli K. Wardhani menjadi Camat Bendosari
5. Agus Eko Raharjo menjadi Sekcam Baki
6. Ariyanti Mulyatmojo menjadi Sekcam Gatak
7. Sugiyatno menjadi Lurah Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo
8. Miftah Candra Ardi menjadi Lurah Combongan, Kecamatan Sukoharjo

Sumber: BKPP Sukoharjo.