4 Hektare Lahan Tebu Sragen Rp70 Juta Hangus Terbakar

Polisi berusaha memadamkan api di lahan jati Dukuh Dondong RT 009, Desa Genengduwur, Gemolong, Sragen, Minggu (15/7 - 2018) malam. (Istimewa/Polres Sragen)
16 Juli 2018 18:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Areal tanaman tebu seluas 4 hektare yang merupakan tanah kas desa di Dukuh Plosorejo, Desa Sepat, Masaran, Sragen, hangus terbakar, Senin (16/7/2018) pukul 09.30 WIB.

Sementara itu lahan hutan jati seluas 1 hektare di Dukuh Dondong RT 009, Desa Genengduwur, Gemolong, Sragen, juga terbakar pada Minggu (15/7/2018) malam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Kerugian diperkirakan Rp70 juta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, saat dihubungi Solopos.com, Senin siang, menjelaskan kebakaran tanaman tebu diketahui pukul 09.30 WIB dan berhasil dipadamkan pukul 13.45 WIB.

Dia menjelaskan kebakaran  tanaman tebu tersebut bermula saat ada sejumlah anak SD bersih-bersih sampah dan membakar sampah itu di belakang sekolah yang berdekatan dengan lahan tebu.

“Api bakaran sampah itu kemudian merembet ke areal tanaman tebu. Kebakaran meluas karena gerakan api cepat membakar daun tebu yang kering. Tanaman tebu yang terbakar sekitar 4 hektare dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp70 juta,” ujarnya.

Kebakaran lahan tebu itu berdampak pada lingkungan karena abu tebu mengganggu masyarakat sekitar. Dia mengatakan petugas pemadam kebakaran mengerahkan empat unit mobil pemadam untuk memadamkan api.

Akses ke lokasi yang sulit membuat proses pemadaman sedikit terhambat. “Kencangnya angin membuat api semakin besar dengan sebaran titik apik yang semakin meluas. Proses pemadamannya membutuhkan waktu empat jam,” tuturnya.

Sementara itu kebakaran yang terjadi di Gemolong tidak menimbulkan kerugian baik material maupun imaterial. Kebakaran hutan jati di Gemolong terjadi pada pukul 21.00 WIB dan padam pada pukul 22.15 WIB.

Pemadaman api relatif mudah sehingga membutuhkan waktu sekitar sejam. “Kebakaran  di Gemolong diduga karena puntung rokok yang masih menyala. Lahan jati yang terbakar milik Yani warga setempat,” tambahnya.

Kapolsek Gemolong AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyampaikan hutan jati itu bukan milik satu orang tetapi milik bersama, di antaranya milik Yani, Mangun (warga Saren, Kalijambe), dan Kiai Slamet dari ponpes Al Musani. Dia menyampaikan awalnya Wagiman, 58, dan Janati, 55, warga Candi RT 006/RW 004, Gemolong, mendengar suara daun kering yang terbakar.

Kemudian mereka keluar rumah dan kaget melihat kobaran api melalap lahan jati yang jauh dari rumahnya. Warga lainnya juga mengetahui.

“Mereka berusaha memadamkan api hingga akhirnya meminta bantuan pemadam. Setelah tim pemadam api dari Gemolong datang akhirnya apinya pun padan,” tambahnya.