3 Desa di Karanganyar Jadi Desa Terbaik Se-Indonesia

Ilustrasi. (vmwbo.com)
16 Juli 2018 19:05 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com,KARANGANYAR --Tiga desa di Kabupaten Karanganyar mencatatkan prestasi membanggakan tingkat nasional. Desa Munggur Kecamatan Mojogedang; Ngringo Kecamatan Jaten; dan Papahan Kecamatan Tasikmadu, masuk dalam jajaran 100 desa terbaik di Indonesia.

Desa Munggur menduduki peringkat ketiga disusul Desa Ngringo pada peringkat keempat. Sementara itu, Desa Papahan menduduki peringkat ke-31. Tiga desa itu termasuk 100 desa terbaik tahun 2018 kategori indeks desa membangun (IDM) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Tokopedia

Mengacu buku Indeks Desa Membangun yang diterbitkan Kemendes PDTT dan disusun Tim Penyusun diketuai Hanibal Hamidi dan pernah diunggah pada blog https://hanibalhamidi.files.wordpress.com, tertulis IDM dikembangkan untuk memperkuat upaya pencapaian sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan.

Sebagaimana tertuang dalam Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 (RPJMN 2015-2019), yakni mengurangi jumlah desa tertinggal sampai 5.000 desa dan meningkatkan jumlah desa mandiri sedikitnya 2.000 desa pada tahun 2019.

Ada tiga indikator yang dilihat untuk menentukan IDM, yakni indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan ekologi/lingkungan. Solopos.com kemudian mengecek kebenaran informasi tersebut kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat.

Dia membenarkan tiga desa di Karanganyar masuk 100 desa terbaik tahun 2018.

"Ada tiga desa, Munggur, Ngringo, dan Papahan. Itu masuk 100 besar desa terbaik. Mungkin baru tahun ini dapat [masuk kategori 100 desa terbaik]. Di Jateng ada sepuluh kabupaten yang masuk. Karanganyar dapat porsi paling banyak karena kabupaten lain hanya 1-2 desa," kata Utomo saat dihubungi solopos.com, Senin (16/7/2018).

Tetapi, Utomo tidak dapat menjelaskan detail penilaian IDM. Alasannya adalah penilaian dilakukan langsung oleh Kemendes PDTT. Seluruh desa di Indonesia diminta mengisi berkas berupa profil desa. Utomo menilai tiga desa itu layak mendapat nilai IDM tinggi.

Beberapa indikator yang dia maksud adalah pergerakan ekonomi, tingkat kemiskinan rendah, jamban dan RTLH sudah beres.

"IDM niki [ini] yang menentukan pusat. Kami enggak tahu. Desa isi blanko profil desa lalu dikirim ke pemerintah pusat. Setiap tahun upgrade. Ini bisa dibuktikan. Hal terpenting adalah semangat gotong royong masih dipegang teguh dan dilestarikan. Kami nanti beri reward untuk tiga desa untuk memacu desa lain. Kami akan laporkan kepada Pak Bupati," ujar dia.

Kepala Desa Munggur, Mojogedang, Supar, didampingi Sekretaris Desa Munggur, Mutmaidah, mengaku sudah mengetahui informasi tersebut tetapi belum mendapat surat pemberitahuan resmi. Mereka mengaku tidak menyangka apabila usaha selama satu tahun kemarin mendapat apresiasi.

Mutmaidah menjelaskan perangkat Desa Munggur mengisi data monografi, kelembagaan dari kegiatan masyarakat berupa data statistik, dan lain-lain.

"Mengisi secara online. Isi kuesioner yang ada ya diisi yang enggak ya enggak diisi. Enggak tahu kalau akan diperingkat. Isi administrasi, bidang pembangunan, anggaran, realisasi kegiatan, hasil kegiatan menunjang atau tidak untuk masyarakat. Kami menyiapkan data. IDM tidak lepas dari masyarakat dan pemerintah desa," jelas dia.

Sekretaris Desa Papahan, Tasikmadu, Uun Santoso, menceritakan perangkat desa mengisi data indeks profil desa pada awal 2018. Tim penilai dari pemerintah pusat meminta data perihal demografi, kegiatan, swadaya, kelengkapan lembaga, partisipasi masyarakat, dan lain-lain.

"Kami mengisi saja kalau pengecekan kami serahkan ke pihak yang menilai. Perkembangan desa dinilai setiap tahun dari sisi pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan meningkat. Harapan kami, capaian ini bisa meningkatkan pelayanan maksimal kepada masyarakat," tutur Uun saat dihubungi, Senin.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengapresiasi prestasi tersebut. "Bagus dong, kami apresiasi lah ya. Perlu pendampingan teknis dulu agar intervensi program yang ajan kami siapkan konkret dan bermanfaat luas," ujar Bupati melalui pesan Whatsapp.